Dunia maya lagi-lagi gempar. Kali ini, sebuah video yang katanya direkam dari CCTV beredar luas di TikTok, menampilkan aksi tak senonoh yang diduga melibatkan pegawai sebuah rumah sakit. Bukan sembarang rumah sakit, melainkan RSUD dr Loekmono Hadi di Kudus. Yang bikin merinding, lokasi kejadiannya disebut-sebut justru di ruang pemulasaran jenazah tempat yang seharusnya penuh khidmat.
Akun TikTok @ketutdewi_99 yang pertama kali menyebarkan rekaman itu. Dalam narasinya, pelaku dituding berinisial A, seorang pegawai BLUD di rumah sakit tersebut yang sehari-harinya bertugas di bagian itu juga. "Perbuatan mesum oknum pegawai ini sangat tercela," begitu kira-kira bunyi teks dalam video itu, "melanggar etika, moral, agama, dan nilai kemanusiaan."
Reaksi warganet pun meledak. Banyak yang geram, merasa tempat yang seharusnya menjadi simbol pelayanan dan penghormatan justru dinodai dengan tindakan asusila. Tekanan untuk segera ada tindakan jelas terasa sekali.
Merespon guncangan ini, Direktur RSUD dr Loekmono Hadi, dr Abdul Hakam, angkat bicara. Pihaknya sudah bergerak cepat untuk mengusut kebenaran video viral tersebut.
“Kita telusuri dulu,”
Begitu penegasannya saat dikonfirmasi, seperti dilaporkan Metrotvnews.com, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, manajemen rumah sakit sedang menyiapkan berita acara untuk merangkum kronologi kejadian. Mereka juga akan berkoordinasi penuh dengan inspektorat terkait langkah penanganan terhadap pegawai yang diduga terlibat. “Prosesnya, kita buat berita acara, konsultasi dengan inspektorat, baru kemudian asesmen,” jelas dr Abdul Hakam.
Nah, kalau nanti terbukti benar, konsekuensinya bakal berat. Oknum tersebut terancam sanksi disiplin tingkat berat sesuai aturan BLUD. Rumah sakit berjanji akan bersikap transparan dalam setiap langkahnya. Tujuannya jelas: memulihkan kepercayaan dan menjaga marwah institusi kesehatan di mata masyarakat Kudus.
Kasus ini tentu jadi tamparan keras. Di satu sisi, kita menunggu hasil investigasi yang objektif. Di sisi lain, ini mengingatkan betapa pentingnya integritas, terutama bagi mereka yang bekerja di tempat-tempat yang sarat dengan nilai penghormatan dan kesakralan.
Artikel Terkait
Kemenag Sembelih 12 Sapi dan 6 Kambing, Salurkan 1.200 Paket Daging Kurban serta Santunan Anak Yatim
Pelaku Curanmor Bersenpi Tewas Ditembak, Polisi Ringkus Satu Komplotan di Tulang Bawang
Kelebihan Biaya Perjalanan Luar Negeri Presiden Prabowo Ditanggung Pribadi, Klaim Sekretaris Kabinet
Polri Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Berbasis Data di Jalur Puncak, Volume Kendaraan Capai 40.000 per Hari