MURIANETWORK.COM - Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, secara tegas menyatakan pasukannya tidak akan mundur dari posisi yang mereka sebut sebagai "Garis Kuning" di Jalur Gaza. Pernyataan keras ini disampaikan di tengah fase kedua gencatan senjata yang seharusnya mengatur penarikan bertahap tentara Israel. Katz menegaskan, penarikan hanya akan terjadi jika kelompok Hamas bersedia melucuti senjatanya.
Komitmen Tanpa Kompromi di Garis Kuning
Pernyataan Menhan Katz ini muncul sebagai respons terhadap perkembangan proses gencatan senjata. Garis Kuning, yang merupakan batas tidak resmi wilayah kontrol militer Israel di Gaza timur, menjadi titik krusial. Meski kesepakatan mengamanatkan penarikan bertahap mulai Januari 2026, Katz bersikukuh untuk tidak menggeser pasukannya "1 milimeter pun" dari garis itu sebelum tuntutan Israel terpenuhi.
Dia menekankan bahwa keberadaan Hamas dengan kemampuan militernya merupakan hal yang tidak dapat diterima. Komitmen ini, menurutnya, adalah prinsip dasar yang tidak bisa ditawar.
"Kami tidak akan pernah membiarkan Hamas tetap eksis, baik dengan senjata maupun terowongan. Slogannya sederhana, sampai terowongan terakhir," tegas Katz.
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Pasokan LPG Aman Meski Selat Hormuz Tegang
Pemerintah Siapkan Implementasi B50 Mulai Juli 2026, Proyeksi Hemat Subsidi Rp48 Triliun
Groundbreaking Pabrik Melamin Pertama Indonesia Senilai Rp10,2 Triliun Digelar Pekan Depan di Gresik
Menko Airlangga: Ekonomi Kuartal I-2026 Tumbuh 5,5%, Penerimaan Pajak Naik 14,3%