Andhara Early Ungkap Proses Pemulihan Mental Pascaperceraian

- Selasa, 06 Januari 2026 | 17:15 WIB
Andhara Early Ungkap Proses Pemulihan Mental Pascaperceraian

Sudah beberapa bulan berlalu sejak perceraiannya dengan Bugi Ramadhana. Andhara Early kini mengaku, perlahan-lahan, kondisi mentalnya mulai membaik. Prosesnya memang tidak instan. Tapi, ia merasa lebih sehat secara emosional sekarang.

Dalam sebuah wawancara, Andhara tak menampik bahwa dirinya sempat berada di fase "melow" pasca perpisahan. Namun begitu, ia berusaha keras untuk tidak terlalu lama larut dalam kesedihan itu. Hidup harus terus berjalan, meski kadang jalannya tak sesuai harapan.

"Mudah-mudahan ya, sekarang anxiety sudah jarang muncul," ujar Andhara.

Pernyataan itu disampaikannya dalam kanal Youtube Reyben Entertainment, Senin lalu. Ia menyadari, pemulihan emosional butuh waktu, apalagi setelah menjalani pernikahan selama 14 tahun. Wajar saja kalau perasaan naik turun masih kerap menghampiri.

Di sisi lain, sebagai seorang ibu, Andhara merasa punya tanggung jawab besar untuk kembali kuat. Hak asuh anak yang kini dipegangnya menjadi motivasi tersendiri. Ia ingin menciptakan lingkungan yang sehat, stabil secara emosional, untuk keluarga kecilnya.

"Jadi banyak belajar kelola emosi," ungkapnya singkat.

Belajar mengenali emosi sendiri, itulah yang banyak dilakukannya belakangan. Andhara mencoba untuk lebih jujur pada apa yang dirasakan, tanpa memaksakan diri selalu terlihat baik-baik saja. Menurutnya, kedewasaan dalam menyikapi perpisahan itu penting. Ia tak ingin konflik berkepanjangan justru menggerogoti kesehatan mental semua pihak, terutama anak.

Komunikasi dengan Bugi sendiri disebutnya masih berjalan cukup baik.

"Komunikasi masih berjalan baik," tambahnya.

Mereka tetap berkoordinasi soal anak dan urusan sehari-hari. Andhara juga tak menutup mata. Rasa lelah emosional yang sempat menumpuk selama pernikahan menjadi salah satu alasan ia memutuskan berhenti dan memulihkan diri. Keputusan yang sulit, tapi justru membantunya mengenal batas diri. Sekarang, ia lebih paham apa yang dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan hidup.

Lalu, bagaimana dengan masa depan?

Andhara mengaku belum mau berpikir terlalu jauh. Fokusnya sekarang cuma satu: menata perasaan dan kembali merasa utuh sebagai individu. Ia tegas, tak akan memaksakan diri membuka hati dalam waktu dekat. Baginya, pemulihan diri jauh lebih penting ketimbang memenuhi ekspektasi orang lain.

Kebahagiaan, katanya, bukan sesuatu yang bisa dipaksakan. Ia memilih untuk menjalani hidup selangkah demi selangkah, dengan lebih sadar. Andhara berharap, proses yang ia lalui ini bisa jadi pembelajaran berharga. Ia ingin keluar dari fase ini sebagai pribadi yang lebih kuat, lebih sehat mental.

"Semoga semua ini bisa menjadi pelajaran," tutupnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar