Denny Sumargo Santai Tanggapi Gosip, Hotman Paris Sembur Sindiran Pedas

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 14:45 WIB
Denny Sumargo Santai Tanggapi Gosip, Hotman Paris Sembur Sindiran Pedas

Dia menunggu istrinya belanja, berdiri sabar di trotoar. Dari situ, ia mulai bicara. Sindirannya ditujukan pada seorang pemilik podcast yang tak disebut namanya yang sering mewawancarai korban perselingkuhan.

"Contoh suami yang baik, buaya cinta bukan buaya darat. Saat istri dan putriku belanja, aku sabar nungguin di trotoar. Tuh lagi di sana."

Gaya Hotman memang selalu frontal. Ia menempatkan dirinya sebagai sosok setia, lalu menuding pemilik podcast itu justru "jago selingkuh". Menurutnya, hidup ini penuh kemunafikan.

"Dia melakukan wawancara untuk narasumber tentang perselingkuhan, narasumbernya ada yang sambil nangis-nangis. Tapi lu tahu, pemilik akun yang melakukan wawancara tersebut justru adalah juaranya selingkuh," tegas Hotman.

Sindirannya makin menjadi. Ia menyarankan si pemilik podcast untuk beli kaca yang tebal dan bercermin. "Ternyata kamu juga adalah pemain utama," ujarnya.

"Kamu adalah yang banyak selingkuh, I know who you are. Oke. Kata orang mendingan kayak Hotman apa adanya, enggak muna-muna, enggak nyinyir."

Tak lupa, Hotman juga menyasar para "haters"-nya. Ia bilang, cowok-cowok yang suka nyinyir atas kesuksesan orang lain biasanya yang ekonominya pas-pasan, mungkin cuma gajinya sedikit di atas UMR. Pengusaha sukses, katanya, hampir tak ada yang sibuk nyinyir.

"Jadi hati-hati yang nyinyir di komen akun-akun aku, hati-hati I know who you are," pungkasnya dengan nada khas yang penuh percaya diri.

Hingga akhir video, Hotman memang tak pernah menyebut nama. Siapa target sindiran tajamnya itu? Ia biarkan publik menebak-nebak sendiri.

Dua publik figur, dua cara berbeda menghadapi gosip dan konflik. Denny Sumargo memilih untuk dianggap angin lalu, sambil menyelipkan canda. Hotman Paris justru menyerang balik dengan kritik pedas. Dunia hiburan memang tak pernah sepi dari drama, dan respons mereka-lah yang kerap jadi bahan perbincangan berikutnya.


Halaman:

Komentar