Memilih Damai di Tengah Hiruk-Pikuk
Dunia kita semakin bising. Tuntutan karier, ekspektasi sosial, dan derasnya media sosial seolah membentuk satu jalur lurus yang wajib kita lewati. Tapi, coba lihat lebih dekat. Ada gelombang lain yang justru bergerak pelan, tenang. Semakin banyak perempuan yang memilih untuk hidup sederhana. Jalan ini sering dianggap aneh, bahkan disebut sebagai langkah mundur. Padahal, menurut saya, justru butuh keberanian yang luar biasa untuk mengambilnya.
Tekanan sosial itu nyata. Perempuan seharusnya menikah di usia tertentu, punya anak, dan tetap bersinar di dunia kerja. Standar kebahagiaan pun seolah hanya diukur dari pencapaian yang bisa dipamerkan. Rasanya seperti daftar tugas yang tak pernah selesai. Namun begitu, banyak yang mulai sadar. Mengejar semuanya sekaligus justru membuat kita kehilangan diri sendiri. Kita tersesat di tengah keramaian.
Di sinilah kesederhanaan muncul sebagai jawaban. Bukan pelarian, tapi pilihan sadar.
Artikel Terkait
Lebih dari Angpau: Menemukan Makna Baru dalam Tradisi Imlek
Aman atau Tidak? Panduan Lengkap Seks Saat Hamil di Tiap Trimester
Lebih dari Sekadar Uang: Kisah Legenda dan Makna Mendalam di Balik Tradisi Angpao
Clare Herdman: Sosok Pendiam di Balik Kesuksesan Pelatih Timnas Indonesia