Padang – Di tengah upaya pemulihan pascabencana, muncul peringatan keras dari Imam Besar Habib Rizieq Syihab. Ia mengajak masyarakat dan para relawan untuk tetap waspada. Kewaspadaan itu ditujukan pada potensi upaya pemurtadan yang dikhawatirkan menyusup lewat program bantuan, terlebih saat masa pemulihan yang berjalan lama.
Peringatan ini ia sampaikan di Masjid Al Hijrah, Kota Padang, Senin lalu. Momen itu terjadi usai ia dan tim Front Persaudaraan Islam menyelesaikan kunjungan ke sejumlah lokasi terdampak bencana.
Menurut sejumlah saksi, dalam ceramahnya Habib Rizieq menyoroti beragam tantangan di lapangan. Ia khususnya menyoroti aktivitas konseling dan pemulihan trauma yang dijalankan lembaga-lembaga dari luar komunitas Muslim. Situasinya memang rumit.
Di satu sisi, bantuan kemanusiaan dari pihak mana pun harus diterima dengan tangan terbuka. Latar belakang agama pemberi bantuan, kata dia, bukanlah halangan.
“Kita buka pintu bagi siapa pun yang ingin membantu, agama apa pun tidak masalah,” tegasnya.
Namun begitu, ia menegaskan bahwa kondisi darurat sama sekali bukan lahan untuk menyebarkan pesan-pesan yang mengarah pada pemurtadan.
“Tapi jangan kondisi bencana ini dimanfaatkan untuk memurtadkan umat Islam. Ini harus diwaspadai,” ujarnya lagi.
Ia lalu mengingatkan sebuah peristiwa di Aceh silam. Saat itu, ratusan anak korban bencana nyaris dibawa ke luar daerah. Rencananya, mereka akan ditempatkan di yayasan yatim piatu yang dikelola pemeluk agama lain. Sekitar 300 anak terancam.
Untungnya, setelah dialog dan penanganan dari berbagai pihak setempat, rencana itu berhasil dicegah.
“Kami akhirnya bisa menampung mereka sendiri karena umat Islam juga memiliki yayasan-yayasan sosial yang mampu merawat dan melindungi anak-anak tersebut,” kisah Habib Rizieq.
Ia menambahkan, tantangan di wilayah bencana itu sangat beragam. Butuh kewaspadaan tinggi, juga kerja sama dari semua pihak. Tanpa itu, tanpa pengawasan yang baik, persoalan sosial dan keagamaan di tanah yang sedang terluka bisa jadi makin runyam dan kompleks.
Artikel Terkait
Stok Beras Nasional Capai 4,9 Juta Ton, Gudang Bulog Penuh hingga Meluber
Mahfud MD: Laporan Reformasi Polri Telah Selesai, Menunggu Jadwal Serah Terima ke Presiden
Kapolda Maluku Perintahkan Penyelidikan Tuntas atas Penikaman Ketua Golkar Malra
Presiden Prabowo Verifikasi Langsung Stok Beras di Gudang Bulog