Ayah di Sidoarjo Perkosa Anak Kandung hingga Hamil, Motif Tak Kuasa Tahan Nafsu

- Kamis, 04 Juni 2026 | 12:45 WIB
Ayah di Sidoarjo Perkosa Anak Kandung hingga Hamil, Motif Tak Kuasa Tahan Nafsu

Seorang pria paruh baya di Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, tega menyetubuhi anak kandungnya sendiri hingga korban yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas itu hamil. Pelaku berinisial AS, berusia 49 tahun, yang sehari-hari bekerja sebagai juru parkir, kini harus berurusan dengan aparat penegak hukum setelah perbuatan bejatnya terbongkar.

Kasus ini terungkap setelah ibu korban mencium adanya kejanggalan pada diri putrinya. Tanpa menunda, sang ibu langsung melaporkan tindakan asusila tersebut ke pihak kepolisian. Korban diketahui masih berstatus sebagai siswi salah satu SMA di Sidoarjo.

Menindaklanjuti laporan itu, polisi bergerak cepat mendatangi kamar kos tempat tinggal pelaku. AS ditangkap tanpa perlawanan dan langsung dibawa ke Markas Komando Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Sidoarjo untuk menjalani pemeriksaan.

Dari hasil penyelidikan, motif pelaku melancarkan aksinya karena tidak mampu menahan hawa nafsu. Selama ini, pelaku dan korban tinggal bersama dalam satu kamar kos. Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Dr. Christian Tobing, mengungkapkan bahwa pelaku kerap memperhatikan penampilan korban sehari-hari di dalam kos hingga memicu niat jahatnya.

“Tersangka ini sering melihat korban memakai handuk sehingga timbul hawa nafsu dan menyetubuhi anak kandungnya,” ujar Kapolresta, Kamis (4/6/2026).

Aksi bejat itu tidak berlangsung sekali. Kepada penyidik, pelaku mengaku telah berulang kali memaksa darah dagingnya sendiri untuk bersetubuh. Akibat perbuatan tersebut, korban kini dinyatakan positif hamil. “Akibat perbuatan pelaku yang tiga kali menyetubuhi anak kandung, korban kini hamil empat bulan,” kata Kapolresta.

Saat ini, AS mendekam di sel tahanan Polresta Sidoarjo untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Sementara itu, korban yang tengah mengandung empat bulan berada dalam pengasuhan dan mendapatkan perhatian khusus dari sang ibu guna memulihkan kondisi psikologisnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar