Aura Kasih Ungkap Fakta: Nafkah Anak Ditanggung Sendiri, Ayah Tak Pernah Memberi

- Rabu, 10 Desember 2025 | 10:30 WIB
Aura Kasih Ungkap Fakta: Nafkah Anak Ditanggung Sendiri, Ayah Tak Pernah Memberi

Aura Kasih Bicara: "Semua Kebutuhan Anak, Saya yang Tanggung Sendiri"

Selasa (9/12) lalu, Aura Kasih kembali muncul di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Urusan perwalian anaknya sudah selesai. Tapi, di luar ruang sidang, pertanyaan wartawan justru mengarah ke hal lain: soal nafkah dari mantan suaminya, Eryck Amaral.

Dengan lugas, penyanyi "Mari Bercinta" itu menjawab. Selama ini, semua kebutuhan sang buah hati ditanggungnya seorang diri. "Nafkah? Ya kebetulan karena mungkin saya ada rezeki lebih, ya semuanya saya tanggung," ucap Aura di lokasi.

Komunikasi dengan Eryck sendiri sudah lama putus. Meski begitu, Aura mengaku sesekali masih berhubungan dengan keluarga mantan suaminya itu. Yang menarik, putrinya sendiri jarang sekali menanyakan sang ayah.

"Jarang banget," katanya singkat.

Menurut Aura, kondisi itu wajar. Pertemuan terakhir anaknya dengan Eryck terjadi saat si kecil masih bayi, sekitar delapan bulan usianya. Memori kedekatan dengan ayahnya pun nyaris tak ada.

"Dari umur 8 bulan dia nggak pernah tatap muka, jadi nggak tahu kejadiannya seperti apa. Nggak pernah nanyain, santai saja. Alhamdulillah Bella ini mengalir aja, gak pernah komplain," jelas Aura.

Namun begitu, ia sadar suatu hari pertanyaan itu akan datang. Putrinya kini masih berusia lima tahun dan belum sepenuhnya paham situasi. Aura berjanji akan menyiapkan jawaban yang tepat nantinya.

"Mungkin suatu saat kalau dia bertanya, aku harus siapkan jawaban yang lebih wise," ungkapnya.

Di sisi lain, Aura dengan tegas menyatakan bahwa Eryck sama sekali tak pernah memberi nafkah. Ia mengakui bahwa secara norma, itu adalah kewajiban seorang ayah. Tapi ia memilih untuk tak mempersoalkannya dan menjalani hidup dengan lapang.

"Saya gak minta, dia gak ngasih, dan saya tidak mempertanyakan. Saya pikir, Allah kasih saya rezeki lebih, bikin saya mandiri," tuturnya.

"Sebenarnya kewajiban ya harus. Namanya juga ayah. Tapi balik lagi, kesediaannya, kemauannya, atau ketersediaannya ada gak. Jadi mengalir aja. Selama aku masih bisa, ya mungkin dianya gak mau, gak punya, atau apa, kita gak pernah tahu."

Pengakuan jujur Aura Kasih ini kembali menyentuh persoalan klasik: tanggung jawab orang tua setelah pernikahan berakhir. Terutama ketika satu pihak harus mengambil peran ganda, berjuang sendiri untuk masa depan anak.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar