Dubes Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka Meski Ketegangan Memanas

- Minggu, 08 Maret 2026 | 07:30 WIB
Dubes Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka Meski Ketegangan Memanas

Jakarta Konflik di Timur Tengah makin panas. Iran berhadapan dengan Israel dan Amerika Serikat. Di tengah semua ini, satu nama perairan terus muncul dalam berita: Selat Hormuz. Bayangkan, lebih dari seperlima minyak dan gas dunia harus melewati jalur sempit ini setiap hari. Bisa dibilang, ini urat nadi energi global.

Meski Dubes Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, bilang selat ini tidak ditutup, ancaman keamanan di sini sudah cukup bikin pasar minyak dunia gemetar. Lalu, sepenting apa sih selat ini? Dan siapa saja yang paling kena getahnya kalau sampai ada masalah?

Mari kita lihat peta dan kenali delapan negara yang ada di sekitarnya.

Ketegangan belum reda. Tapi, soal kabar yang beredar tentang penutupan Selat Hormuz, Dubes Boroujerdi punya klarifikasi.

"Selat Hormuz tidak ditutup, Selat Hormuz tetap terbuka, dan kami hanya sebagai pihak yang menyelenggarakan keamanan,"

Begitu penegasan Boroujerdi, Minggu (8/3/2026) lalu. Ia menjelaskan, kapal-kapal yang patuh pada protokol keamanan khusus yang berlaku dalam situasi perang bisa tetap melintas. Namun begitu, ia menekankan keamanan harus berlaku untuk semua negara. Tak lupa, ia menuding kehadiran AS di kawasan sebagai sumber ketegangan yang memicu kekhawatiran.

Semua ini berawal dari serangan gabungan AS dan Israel ke Iran akhir Februari lalu, yang dikabarkan menewaskan sejumlah tokoh penting, termasuk Ayatollah Ali Khamenei. Para analis sudah angkat bicara. Mereka memperingatkan dampak besar yang bakal menghantam ekonomi global jika jalur strategis ini benar-benar macet.

Nah, sebelum bahas negara-negara di sekelilingnya, ada baiknya kita pahami dulu seluk-beluk Selat Hormuz ini.

Apa Itu Selat Hormuz?

Singkatnya, ini adalah gerbang satu-satunya dari Teluk Persia menuju Teluk Oman dan Laut Arab. Lebih dari 20% ekspor minyak dan gas alam cair dunia lewat sini. Jalurnya sendiri tidak terlalu lebar, cuma sekitar 55 sampai 95 kilometer saja.

Di utara, ada Iran dengan pelabuhan vitalnya, Bandar Abbas, plus beberapa pulau seperti Qeshm dan Hormuz. Di selatan, ada eksklave Musandam milik Oman yang menjorok ke laut. Sedangkan Uni Emirat Arab letaknya agak ke dalam, sekitar 65-80 km dari titik tersempit.

Kapal-kapal tanker raksasa melintas di jalur masuk dan keluar yang masing-masing selebar 3 km, dipisah zona penyangga. Meski sebagian jalur ada di perairan teritorial Oman dan Iran, hukum laut internasional tetap berlaku. Kendali praktisnya? Iran kuasai bagian utara, Oman pegang selatan.

Sudah punya gambaran? Sekarang, mari kita lihat siapa saja tetangga selat ini dan seberapa besar mereka bergantung padanya.

Negara-Negara di Sekitar Selat Hormuz

1. Iran

Negara inilah pengendali sisi utara selat dan pihak yang paling sering mengancam akan menutupnya. Pengaruhnya besar. Iran juga pemasok utama minyak mentah, terutama untuk China yang menyerap lebih dari 80% ekspornya.

2. Oman

Lewat wilayah Musandam-nya, Oman menguasai sisi selatan. Mayoritas jalur pelayaran internasional melewati perairannya, menjadikan Oman penjaga gerbang yang sangat penting. Mereka juga eksportir LNG yang akan langsung terdampak jika selat bermasalah.

3. Uni Emirat Arab (UEA)

UEA adalah eksportir minyak besar lainnya. Tapi mereka punya cadangan. Sebagian ekspor bisa dialihkan via Fujairah yang langsung menghadap Teluk Oman, jadi agak lebih fleksibel dibanding negara tetangga.

4. Qatar

Negeri kecil ini raksasa LNG. Ketergantungannya pada Selat Hormuz sangat tinggi. Sekitar 20% pasokan gas alam cair global dari Teluk Persia lewat sini, dengan Qatar sebagai penyumbang utama. Dampaknya terasa nyata waktu fasilitasnya di Ras Laffan kena serangan drone, produksi pun terpaksa dihentikan sementara.

5. Arab Saudi

Produsen minyak terbesar ini sangat mengandalkan selat ini. Menurut laporan, mereka bahkan sudah meningkatkan volume pengapalan minyak mentah beberapa pekan terakhir ini, sebagai antisipasi atas eskalasi ketegangan.

6. Kuwait

Negara ini termasuk produsen minyak utama di Teluk yang bergantung pada Selat Hormuz. Gangguan di jalur ini bakal langsung memengaruhi kemampuannya mengirim minyak ke pasar, khususnya di Asia.

7. Irak

Pendapatan Irak bertumpu pada minyak. Mereka juga pakai Selat Hormuz sebagai jalur ekspor utama. Penutupan selat akan jadi pukulan telak bagi perekonomian mereka.

8. Bahrain

Peran Bahrain agak berbeda. Selain sebagai produsen minyak, pulau kecil ini jadi rumah bagi Pangkalan Angkatan Laut Kelima AS sejak 1995. Kehadiran militer AS ini punya peran kunci dalam narasi keamanan di selat tersebut.

Itulah delapan negara yang nasib ekonominya erat terkait dengan Selat Hormuz. Setiap gejolak di sana, gemanya terasa ke seluruh penjuru dunia.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar