Menjelang Lebaran, harga bahan pokok biasanya merangkak naik. Itu sudah jadi pola tahunan. Nah, untuk mengantisipasinya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) tak tinggal diam. Mereka menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kebumen, sebuah langkah konkret untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga selama Ramadan hingga Idul Fitri nanti.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, menegaskan program ini bertujuan langsung membantu masyarakat. "Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau," katanya di Jakarta, Minggu lalu.
Memang, lonjakan permintaan jelang hari raya kerap memicu gejolak harga. Maino mengakui hal itu. Karena itulah, menurutnya, upaya pengendalian tak bisa dibebankan pada satu pihak saja. Perlu kerjasama yang solid.
"Tadi Pak Gubernur Jawa Tengah juga menyampaikan Jawa Tengah tidak bisa sendiri, perlu dukungan dari seluruh kabupaten/kota, apalagi di tingkat nasional, perlu dukungan semua stakeholder terkait," tambah Maino.
Kolaborasi itulah yang kini dijalankan. GPM di Kebumen sendiri merupakan hasil sinergi antara Bapanas, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian setempat, serta Alumni SMAN 1 Kebumen Angkatan 1996. Sinergi lintas sektor semacam ini dinilai krusial untuk meredam inflasi, terutama di momen-momen rawan seperti sekarang.
Di sisi lain, komitmen pemerintah daerah juga tak kalah penting. Bupati Kebumen Lilis Nuryani berusaha menenangkan warganya. Ia memastikan stok bahan pokok dalam kondisi aman hingga Lebaran, sehingga masyarakat diharapkan tidak perlu panik dan menimbun barang secara berlebihan.
Artikel Terkait
Trump Tolak Bantuan Kapal Induk Inggris di Konflik dengan Iran
BMKG: Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berawan, Hujan Guyur Jakarta hingga Surabaya
Analis Pertanyakan Klaim Israel Soal Penggunaan Bom Tandan oleh Iran
Dubes Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka Meski Ketegangan Memanas