Bayi Baru Sebulan Digendong ke Arena Mandi Bola, Warganet Soroti Risiko Kesehatan

- Senin, 08 Desember 2025 | 17:50 WIB
Bayi Baru Sebulan Digendong ke Arena Mandi Bola, Warganet Soroti Risiko Kesehatan

Bayi 1 Bulan Dibawa Mandi Bola, Warganet: "Imunnya Belum Kuat!"

Heboh di media sosial. Sebuah unggahan dari seorang ibu baru-baru ini bikin banyak orang geleng-geleng kepala. Pasalnya, ia membawa bayinya yang masih berusia satu bulan ke wahana mandi bola. Bayi mungil itu bahkan duduk di tengah tumpukan bola warna-warni.

Unggahan itu pertama kali muncul di Facebook, milik sang ibu. Dalam foto yang dibagikan, terlihat si bayi kecil diletakkan di area permainan. Tak cuma mandi bola, ada juga potret di mana pasangan muda itu membawa anaknya mendekati perosotan. Hal inilah yang kemudian memantik reaksi keras.

Kritik pun berdatangan setelah tangkapan layar kejadian itu di-share ulang oleh akun Instagram @tante.rempong.official. Banyak warganet yang langsung geram dan menilai tindakan orang tua itu sangat tidak bertanggung jawab.

Kekhawatiran utama mereka tentu saja soal kesehatan. Bayi seumur itu, kata mereka, sistem imunnya masih sangat rentan. Wahana bermain umum seperti itu dianggap sarang kuman dan bakteri yang bisa membahayakan si kecil.

"Pentingnya suami dan istri punya kecerdasan setara," tulis seorang netizen dengan akun @riz".

"Aduuuh itu banyak kuman juga dek... imunnya belum kuat," timpal akun @pri".

Tak sedikit pula yang menyayangkan keputusan orang tua tersebut. "Satu bulan aja mau ajak ke luar rumah lihat sikon dan pas jemur pagi aja... ini dibawa mandi bola. Habis melahirkan bukannya enak diem di rumah," sahut akun @ara".

Intinya, warganet menilai pasangan itu kurang ilmu soal pengasuhan anak. Mereka dianggap sembrono dan tak memikirkan risiko.

Lokasi pastinya dimana kejadian ini, masih belum jelas. Tapi yang pasti, aksi mengajak bayi baru lahir ke tempat ramai seperti itu telah menyulut perdebatan sengit di dunia maya. Banyak yang berharap ini jadi pelajaran bagi orang tua lain.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar