Istri Sah Berguncang, Rekaman CCTV Ungkap Sisi Lain Suami dan Istri Siri

- Minggu, 07 Desember 2025 | 13:15 WIB
Istri Sah Berguncang, Rekaman CCTV Ungkap Sisi Lain Suami dan Istri Siri

Suasana di Polda Metro Jaya, Kamis lalu, tampak tegang. Wardatina Mawa, wajahnya masih terlihat lesu, baru saja menjalani pemeriksaan. Ia melaporkan suaminya sendiri, Insanul Fahmi, bersama Inara Rusli. Tapi bukan itu yang paling menyayat. Getar di suaranya, saat ia mengingat sebuah rekaman CCTV, yang mengungkap lebih dari sekadar kata-kata.

Rekaman itu, yang diambil dari rumah Inara, diduga memperlihatkan kemesraan antara Insan dan Inara. Bagi Mawa, itu adalah bukti nyata perselingkuhan yang menghancurkan hatinya. "Hancur banget, Bun," ucapnya, terbata-bata. "Nangis banget."

Perasaan dikhianati itu makin menjadi. Sebab, ternyata Inara Rusli juga melapor ke polisi. Wanita itu merasa ditipu oleh Insanul Fahmi yang mengaku masih lajang sebelum menikahinya secara siri pada Agustus 2025. Jadi, posisi Mawa sebagai istri sah pun terasa terdzalimi.

"Benar-benar didzalimin banget kan di sini posisinya," keluhnya. "Karena ya memang aku sebagai istri sah."

Ketika ditanya soal laporan Inara tersebut, Mawa memilih untuk tidak banyak bicara. Sikapnya jelas.

"Bukan ranah saya mengomentari," katanya dengan singkat.

Namun begitu, diam-diam ia pun mengaku merasakan hal serupa. "Saya juga tertipu," ungkapnya. Hingga detik ini, kata Mawa, suaminya belum juga menjatuhkan talak. Laporan yang ia buat pun mengarah pada dugaan perzinaan.

Menariknya, sebelum seluruh skandal ini terbongkar, percakapan tentang poligami sempat terjadi antara Mawa dan suaminya. Tapi Mawa dengan tegas mengaku tak pernah memberi izin. Ia menggambarkan betapa mustahilnya bagi seorang istri untuk menerima kenyataan pahit seperti ini.

"Melihat sosok suami yang aku cintai terus malah berhubungan sama perempuan lain... nggak ada istri manapun yang ikhlas," ujarnya dengan nada getir. "Pasti akan sakit banget."

Kembali ke rekaman CCTV itu, setiap kali ingatan itu muncul, tubuh Mawa kembali bergetar. Rasa sakitnya masih teramat dalam. Sebagai ibu satu anak, pengkhianatan ini meninggalkan luka yang dalam. Ia tak kuasa menahan air mata. Semua terasa seperti mimpi buruk yang tak kunjung usai.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar