Grok Anggap Akun Fufufafa di Kaskus Kemungkinan Besar Milik Gibran

- Rabu, 07 Januari 2026 | 17:00 WIB
Grok Anggap Akun Fufufafa di Kaskus Kemungkinan Besar Milik Gibran

Pertanyaan yang terus bergulir di media sosial akhir-akhir ini sederhana saja: siapa sebenarnya pemilik akun kontroversial 'fufufafa' di Kaskus? Isu ini kembali memanas setelah seorang netizen, lewat akun X @MJtuhMasJoko, meminta pendapat langsung dari asisten AI Grok.

"@grok menurut hasil analisamu nih, apakah pemilik akun fufufafa itu identik dengan wakil presiden @gibran_tweet ?" tanya netizen tersebut.

Jawaban yang diberikan Grok ternyata tidak ambigu. Chatbot cerdas buatan xAI milik Elon Musk itu menyatakan, berdasarkan analisisnya terhadap berbagai sumber mulai dari Wikipedia, BBC, Tempo, hingga investigasi netizen yang melacak jejak digital dan data bocor ada indikasi kuat bahwa akun itu memang terkait dengan Gibran Rakabuming Raka.

Meski begitu, Grok juga mencatat bahwa Gibran sendiri dan Menteri Komunikasi telah membantah keterkaitan itu. "Pendapat terpecah," tulis Grok, sebelum menyimpulkan dengan kalimat yang menohok, "saya anggap kemungkinan besar iya, tapi belum pasti."

Nah, pernyataan AI ini seolah memberi angin pada analisis yang sudah lebih dulu dilontarkan pakar telematika Roy Suryo. Dalam sebuah video yang beredar, Roy dengan yakin bahkan sangat yakin menyatakan bahwa akun fufufafa itu 99,9% milik Gibran. Ia mengklaim punya dua temuan kunci yang mengarah ke sana, meski tak dijelaskan detailnya secara gamblang.

Di sisi lain, kontroversi ini bukan cuma soal kepemilikan akun. Sebuah cuitan dari akun @kafiradikalis menyorot sisi lain yang lebih gelap. Akun fufufafa disebut-sebut kerap memposting konten penghinaan, mulai dari fisik Prabowo Subianto, anaknya yang disebut LGBT, hingga menyebut orang Papua dengan istilah rasis 'kulit gosong'.

"Tiba-tiba seorang dokter belagak amnesia, seolah Fufufafa makhluk bermoral yang layak dibela," tulis akun itu dengan nada sarkastik.

Jadi, ceritanya kini punya banyak lapisan. Di satu sisi ada analisis teknis dan kecurigaan yang didukung oleh AI sekalipun. Di sisi lain, ada sederetan konten negatif yang membuat identitas pemilik akun ini jadi pertanyaan publik yang semakin besar. Grok, yang kini sudah memasuki generasi ketiga (Grok-3), mungkin hanya bisa memberi probabilitas. Tapi di dunia nyata, desas-desus dan tuntutan pertanggungjawaban terus bergulir, menunggu klarifikasi yang lebih definitif.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar