Wardatina Mawa Buka Suara: Restu Keluarga Fahmi untuk Poligami Ditolak Mentah-mentah

- Minggu, 07 Desember 2025 | 10:30 WIB
Wardatina Mawa Buka Suara: Restu Keluarga Fahmi untuk Poligami Ditolak Mentah-mentah

Bantahan Wardatina Mawa: Keluarga Insanul Fahmi Disebut Tak Restui Poligami

Klaim Inara Rusli soal restu keluarga untuk pernikahan sirinya dengan Insanul Fahmi dibantah mentah-mentah. Kali ini, sang istri pertama, Wardatina Mawa, yang angkat bicara. Menurutnya, keluarga Fahmi sebenarnya tak setuju dengan praktik poligami yang dilakukan pengusaha muda itu.

Mawa tak sekadar bicara. Dia punya alasan kuat. Rupanya, ibunda Insanul Fahmi sendiri yang secara tegas menolak. Sang ibu konon tak ingin cucu-cucunya punya ibu tiri. Pernyataan ini diungkapkan Mawa dalam sebuah video YouTube bersama Maia Estianty, yang beredar pada Minggu (7/12).

"Sejauh ini menurut aku nggak ada sama sekali," ujar Mawa dengan nada tegas.

Dia melanjutkan, "Soalnya terkait poligami, keluarga mereka juga nggak ada yang setuju. Jadi kalau nikah siri ini dibilang dapat restu keluarga, kayaknya nggak. Umi-nya selalu bilang ke aku, 'Mawa, umi nggak bakal mau Insan kayak gitu. Umi nggak rela cucu umi punya ibu tiri. Umi nggak setuju.' Jadi, ya, menurut aku nggak ada restu sama sekali."

Bantahan ini jelas bertolak belakang dengan pernyataan sebelumnya dari kubu Inara. Lewat konferensi pers tanggal 28 November lalu, kuasa hukum Inara menyebut pernikahan siri pada 7 Agustus 2025 itu justru direstui penuh. Mereka menekankan, momen itu dihadiri saudara dari kedua belah pihak.

"Terjadilah nikah siri itu di tanggal 7 Agustus 2025," jelas pengacara Inara waktu itu.

"Dan di mana acara itu dihadiri oleh keluarga kedua belah pihak, baik dari saudara Insan maupun dari saudara klien kami."

Nah, di sinilah letak silang pendapatnya. Satu sisi mengklaim ada restu dan kehadiran keluarga, sisi lain membantahnya dengan menyoroti penolakan mendasar dari sang ibu. Situasi ini semakin mengeruhkan suasana, menunjukkan betapa rumitnya persoalan rumah tangga ini. Dua narasi yang berbeda, sama-sama dikemukakan dengan keyakinan penuh.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar