"Mereka bisa menciptakan penampilan dari awal hanya dengan perintah teks. Rasanya, tidak. Itu mengerikan bagi saya. Itu kebalikannya, itu lah yang tidak kami lakukan," tuturnya.
Sebenarnya, ini bukan kali pertama Cameron bersuara lantang menentang AI. Ingat saja pada Juli tahun lalu, ia sudah memperingatkan bahaya penggunaan berlebihan teknologi ini, terutama di medan perang. Bayangkan, pertempuran hanya dijalankan komputer super cepat yang manusia tak bisa hentikan. Menurutnya, itulah ancaman terbesarnya.
Lantas, apakah ia akan pakai AI untuk menulis skenario? Cameron mengaku belum tertarik. Kecuali, ada satu syarat yang agak nyeleneh.
"Jika suatu saat AI memenangkan Oscar untuk kategori Skenario Terbaik, saya pikir kita harus menganggap mereka serius," candanya.
Ya, James Cameron memang punya kapasitas untuk bicara. Reputasinya sebagai sutradara dan produser kelas dunia sudah tak diragukan lagi. Dari Titanic yang fenomenal sampai dunia Avatar yang memukau, namanya selalu identik dengan inovasi dan kualitas tertinggi di industri film. Tapi rupanya, untuk urusan AI yang mengambil alih peran kreatif manusia, ia memilih untuk bersikap sangat hati-hati.
Artikel Terkait
Luna Maya Ungkap Kunci Pernikahan Minim Drama: Dijalani Saja dengan Santai
Reza Gladys Lepas dari Drama Hukum, Kini Seru-seruan Parodi Roby Tremonti
Aurelie Moeremans Buka Luka Masa Lalu, Luncurkan Buku untuk Lawan Child Grooming
Boiyen Diduga Sudah Tahu Skandal Penipuan Suami Sejak Lama