"Mereka bisa menciptakan penampilan dari awal hanya dengan perintah teks. Rasanya, tidak. Itu mengerikan bagi saya. Itu kebalikannya, itu lah yang tidak kami lakukan," tuturnya.
Sebenarnya, ini bukan kali pertama Cameron bersuara lantang menentang AI. Ingat saja pada Juli tahun lalu, ia sudah memperingatkan bahaya penggunaan berlebihan teknologi ini, terutama di medan perang. Bayangkan, pertempuran hanya dijalankan komputer super cepat yang manusia tak bisa hentikan. Menurutnya, itulah ancaman terbesarnya.
Lantas, apakah ia akan pakai AI untuk menulis skenario? Cameron mengaku belum tertarik. Kecuali, ada satu syarat yang agak nyeleneh.
"Jika suatu saat AI memenangkan Oscar untuk kategori Skenario Terbaik, saya pikir kita harus menganggap mereka serius," candanya.
Ya, James Cameron memang punya kapasitas untuk bicara. Reputasinya sebagai sutradara dan produser kelas dunia sudah tak diragukan lagi. Dari Titanic yang fenomenal sampai dunia Avatar yang memukau, namanya selalu identik dengan inovasi dan kualitas tertinggi di industri film. Tapi rupanya, untuk urusan AI yang mengambil alih peran kreatif manusia, ia memilih untuk bersikap sangat hati-hati.
Artikel Terkait
MNCTV Tayangkan Langsung Malam Puncak Anugerah Cahaya Ramadan Awards 2026
Okezone Rayakan HUT ke-19, Targetkan Jadi Pusat Informasi Kredibel
MD Pictures Adaptasi Buku Laris Filosofi Teras ke Film, Dibintangi Sherina Munaf
Tristan Molina Akui Puasa Itu Berat, Olla Ramlan Syukuri Dukungan Pasangan di Ramadhan