Ibu satu anak ini sampai kehabisan kata. Ironi di depan mata terasa terlalu menyakitkan. Baginya, tindakan seperti itu sama sekali tidak etis, mengingat situasi di lapangan yang masih mencekam dan kacau balau.
"Sampe ga bs berkata kata aku tuh kok bisa msh sempet pencitraan, gusti,"
tambahnya, menyiratkan keputusasaan.
Fenomena yang disorot Inul ini punya konteksnya. Sebelumnya, publik sempat dihebohkan dengan video Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang menangis pilu. Saat itu, ia melaporkan ada kampung yang nyaris "hilang" tersapu air di Aceh Utara dan Bireuen.
Data di lapangan memang suram. Ribuan rumah terendam lumpur, akses jalan nasional lumpuh total. Rakyat sedang benar-benar berjuang. Di sisi lain, sorotan pada sikap dan tindakan para pejabat di lokasi bencana pun kian tajam. Seperti yang dirasakan Inul, ada kesenjangan yang terasa menyakitkan antara penderitaan korban dan aksi-aksi yang terlihat di permukaan.
Artikel Terkait
Okezone Rayakan HUT ke-19, Targetkan Jadi Pusat Informasi Kredibel
MD Pictures Adaptasi Buku Laris Filosofi Teras ke Film, Dibintangi Sherina Munaf
Tristan Molina Akui Puasa Itu Berat, Olla Ramlan Syukuri Dukungan Pasangan di Ramadhan
Tiffany Young dan Byun Yo Han Resmi Catatkan Pernikahan pada 27 Februari