Delapan Bulan Hilang, Kerangka Diduga Alvaro Menunggu Kepastian DNA

- Senin, 24 November 2025 | 14:40 WIB
Delapan Bulan Hilang, Kerangka Diduga Alvaro Menunggu Kepastian DNA

Kerangka Diduga Alvaro, Polri Andalkan Pemeriksaan DNA untuk Ungkap Identitas

Setelah delapan bulan menghilang, akhirnya ada titik terang dalam kasus hilangnya Alvaro Kiano Nugroho. Sayangnya, kabar yang datang justru yang paling ditakuti. Bocah enam tahun itu ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.

Polisi menemukan kerangka manusia yang diduga kuat adalah Alvaro. Tapi, tentu saja mereka butuh kepastian. Untuk itu, pemeriksaan DNA akan segera dilakukan.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Lilipaly, menegaskan bahwa langkah ini penting.

"Tapi kita butuh kepastiannya dulu melalui pengecekan DNA dan pemeriksaan labfor ya," ujarnya.

Menurut sejumlah saksi, kerangka itu ditemukan di sekitar Jembatan Cilalay, Desa Singabraja, Kabupaten Bogor. Wilayahnya cukup terpencil, di ujung barat Bogor yang berbatasan langsung dengan Banten. Dugaan sementara, bocah malang ini adalah korban pembunuhan sebelum jasadnya dibuang di lokasi tersebut.

Lantas, bagaimana mungkin DNA bisa mengungkap identitas dari hanya sisa-sisa kerangka? Dr. dr. Ade Firmansyah Sugiharto, SpFM, seorang ahli forensik dan medikolegal, menjelaskan soal ini.

"Karena DNA adalah penanda identifikasi primer," jelasnya.

Artinya, DNA punya peran kunci. Prosesnya akan ditangani Laboratorium Forensik atau Labfor. Mereka akan mengambil sampel dari bagian tubuh yang masih memungkinkan, meski hanya tersisa tulang belaka.

"DNA dari kerangka dapat diambil dari sumsum tulang, misalnya dari tulang panjang seperti tulang paha. Atau dari gigi, kalau masih ada akar gigi dan sumsum giginya," lanjut dr. Ade.

Proses menuju kondisi hanya tersisa tulang, atau skeletonisasi, ternyata tidak selalu memakan waktu lama. Menurut dr. Ade, biasanya butuh waktu dua sampai tiga bulan hingga jaringan lunak tubuh terurai sepenuhnya. Namun begitu, ada faktor lain yang bisa mempercepat.

"Saya juga pernah mendapatkan kasus di Indonesia telah terjadi skeletonisasi dalam waktu satu bulan," ungkapnya.

Faktor lingkungan memegang peranan besar. Suhu, tingkat kelembaban, dan gangguan dari hewan-hewan di sekitar lokasi bisa sangat mempengaruhi kecepatan pembusukan.

Kini, semua pihak menunggu hasil resmi dari tes DNA. Hasil itulah yang nantinya akan memberi jawaban pasti bagi keluarga yang telah delapan bulan penuh harap-harap cemas.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar