Meski pengadilan kemudian membebaskannya dari segala tuduhan kriminal, kerusakan sudah terlanjur terjadi. Netflix memutus kontraknya dari House of Cards, serial yang sempat mengangkat namanya ke puncak karier. Sejak itu, peran utama seolah menjadi barang mewah yang tak terjangkau.
Namun begitu, ada secercah harapan yang masih dipegangnya erat-erat. Dalam wawancara yang sama, Spacey mengaku percaya kariernya bisa bangkit kembali. Syaratnya sederhana: satu kesempatan penting dari sineas besar.
"Jadi, perasaan saya adalah jika Martin Scorsese atau Quentin Tarantino menelepon Evan (Lowenstein, manajer Spacey) besok, semuanya akan berakhir," katanya.
Ia melanjutkan dengan nada optimis, "Saya akan sangat tersanjung dan senang ketika orang-orang berbakat seperti itu mengangkat telepon. Dan saya percaya itu akan terjadi."
Sepanjang perjalanan kasusnya, tak satu pun pengadilan yang menyatakannya bersalah atas tindakan kriminal seksual. Bahkan pada 2023, pengadilan London memutuskan ia tidak bersalah atas dugaan penyerangan seksual kepada empat pria.
Tapi stigma publik dan tekanan industri ternyata lebih kuat dari putusan pengadilan. Kariernya terhenti, meski hukum membelanya.
Kini, Spacey terus bertahan dari satu tempat tinggal ke tempat lainnya. Menunggu. Percaya bahwa suatu hari nanti telepon akan berdering membawa kabar baik yang ia nantikan.
Artikel Terkait
Insanul Fahmi Buka Hasil Tes Psikologi, Klaim Bebas dari Tuduhan NPD
Doktif Beri Ultimatum: Richard Lee Diminta Bertobat dan Bayar Pajak Rolls-Royce
Firdaus Oiwobo Buka Suara: Saya Pernah Bakar Rumah Orang di Cengkareng
Inara Rusli Ungkap Rasa Mual Dengar Pernyataan Cinta Fahmi untuk Dua Wanita