Memang, setiap personel yang terlibat punya warna dan sejarah musiknya sendiri-sendiri. Tapi justru di situlah menariknya. Menurut Iga, mereka sengaja menghancurkan batas-batas itu. Ingin menciptakan sesuatu yang benar-benar fresh, tidak terkotak-kotak dalam genre tertentu.
Kalau ditanya satu kata yang paling pas menggambarkan Portura? Iga tanpa ragu menjawab: "kebebasan".
Di sisi lain, meski masih dalam tahap pengembangan, konsep kebebasan dan eksplorasi yang diusung Portura sudah bikin penasaran banyak orang. Gimana nggak? Lihat saja deretan nama yang terlibat - semuanya punya ciri khas kuat. Tapi justru itulah yang membuat proyek ini menarik untuk diikuti perkembangannya.
"Di panggung ini, musik bisa jadi liar, tapi juga jujur," tutup Iga. Ya, seperti itulah kira-kira gambaran Portura ke depannya.
Artikel Terkait
Perfect Crown Raih Rating Perdana 7,8%, Jadi Drama Jumat-Sabtu MBC Terbaik Ketiga
Michelle Ashley Ungkap Alasan Jauh dari Pinkan Mambo demi Kesehatan Mental
Serial Animasi KIKO Season 4 Tayang Perdana di RCTI, Usung Cerita Baru di Neo Asri
Haldy Sabri Protes Ammar Zoni Bawa-bawa Nama Irish Bella dalam Pleidoi Narkoba