Yang membuatnya makin berbahaya, sebagian besar jenis MND ini belum ada obatnya. Pengobatan yang ada hanya bertujuan memperlambat laju penyakit, bukan menyembuhkan. Pada banyak kasus, termasuk yang dialami Patrick, komplikasi pernapasan akhirnya menjadi penyebab kematian.
Sebelum meninggal, Patrick sebenarnya sudah tahu waktu yang tersisa tak banyak. Dalam sebuah unggahan media sosial, dia mengaku hanya punya sekitar satu tahun untuk bertahan. Kabar dari dokter itu tentu berat.
Namun begitu, semangatnya tak langsung padam. Di tengah kondisi tubuh yang kian melemah, ia berusaha menjalani hidup dengan penuh. Sosoknya dikenang sebagai pribadi yang kuat, berjuang menghadapi penyakit yang merenggut kemampuannya sedikit demi sedikit.
Publik mungkin mengenalnya dari layar kaca dan panggung teater. Tapi, perjuangan pribadinya melawan MND inilah yang kini menyisakan kesan mendalam. Kepergian Michael Patrick adalah pengingat yang menyayat hati: penyakit mematikan ini bisa menyerang siapa saja, bahkan di usia yang sangat produktif.
Dunia telah kehilangan seorang talenta. Dan di balik lampu sorot, tersimpan kisah perjuangan seorang manusia melawan penyakit yang masih menjadi tantangan besar dunia medis.
Artikel Terkait
Insanul Fahmi Selesaikan Pemeriksaan Polda Metro Jaya, Jawab 30 Pertanyaan
Pesulap Tarno Terjerat Masalah Hukum, Terhalang Biaya untuk Lapor Polisi
Amalan Shalawat Ummi 80 Kali Usai Ashar Jumat, Dosa 80 Tahun Diampuni
Lindi Fitriyana Ungkap Surat Cinta untuk Calon Bayi di Media Sosial