dr. Tirta Tegaskan Ejakulasi Rutin Bermanfaat, Tapi Bukan Berarti Setiap Saat

- Rabu, 08 April 2026 | 03:00 WIB
dr. Tirta Tegaskan Ejakulasi Rutin Bermanfaat, Tapi Bukan Berarti Setiap Saat

"Jadi karena kelamaan enggak dikeluarin, dia numpuk di epididymis, di tampungan testis ya, jadi yang ganggu. Kedua, bisa mengurangi faktor resiko CA prostat itu betul. Dan itu ada paper-nya," katanya menegaskan.

Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dimuat di jurnal Translational Andrology and Urology pada Februari 2026 lalu. Studi itu mengungkap, pria yang tidak ejakulasi lebih dari empat hingga tujuh hari memang punya volume semen lebih banyak. Tapi, kelebihan volume itu sering diiringi penurunan kualitas. Sperma jadi kurang lincah dan lebih rentan rusak.

Di lain pihak, masa pantang yang terlalu pendek kurang dari dua hari justru menghasilkan sperma yang lebih segar dengan kerusakan DNA minimal. Makanya, bagi pasangan yang sedang menjalani program hamil, saran ini kerap diberikan. Sperma berkualitas jelas meningkatkan peluang keberhasilan pembuahan.

Tak cuma soal kesuburan, laporan dari National Library of Medicine juga menyoroti kaitannya dengan kanker prostat. Pria yang rutin ejakulasi dalam frekuensi wajar disebut punya risiko lebih rendah terkena penyakit tersebut. Sebaliknya, yang jarang melakukannya kemungkinannya justru lebih besar.

Jadi, pesan dr. Tirta intinya jelas: moderasi adalah kunci. Memahami hasil penelitian secara bijak itu penting. Ejakulasi rutin itu baik, tapi dilakukan secara normal dan tidak berlebihan. Jangan sampai niat menjaga kesehatan malah berbalik menjadi kebiasaan yang justru merugikan tubuh sendiri.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar