Namun begitu, alasan Rachel Amanda membawa balsem bukan cuma soal fisik semata. Ada hal lain yang membuatnya nyaman. Aromanya. Dia mengaku memang suka dengan bau khas minyak angin itu. Aroma tersebut memberinya rasa tenang, semacam terapi sederhana di tengah kejenuhan atau kepenatan rutinitas.
"Maksudnya emang suka baunya, loh," tuturnya. "Jadi, kadang kalau lagi capek dikit, atau pusing dikit, atau sekadar lagi bosen aja, kayak 'ah, mau oles-oles'. Langsung nyari ini."
Kebiasaan ini sudah mendarah daging. Setiap kali ganti tas, dia memastikan si balsem kecil itu ikut pindah. Benda itu dianggapnya sebagai pertolongan pertama yang paling cepat dan ampuh. Terutama di Jakarta, di mana cuaca bisa berubah drastis dan bikin tubuh gampang drop.
"Biasanya harus dibawa. Pindah tas, ya dia ikut pindah," ucap Manda.
"Kita nggak pernah tahu kan, Jakarta lagi hujan tiba-tiba, terus kena hujan, pusing, masuk angin dikit. Nah, ini pertolongan pertama sebelum mungkin pakai minyak kayu putih atau apa di rumah. Pakai ini dulu," pungkasnya.
Jadi, lain kali melihat Rachel Amanda tampil prima di layar atau di acara, ingatlah bahwa di balik itu semua ada si penyelamat kecil beraroma mint yang selalu siap sedia di tasnya.
Artikel Terkait
Doa Hari ke-13 Ramadhan: Mohon Kesucian, Kesabaran, dan Pergaulan dengan Orang Saleh
Ibu Calon Mantu Pingsan Usai Tuding Tamu Undangan Sebagai Perusak Keluarga di Sinetron RCTI
Klub Harvard Indonesia Pecat Andhika Sudarman Terkait Tuduhan Pelecehan Seksual
Studi 43 Tahun: Minum Kopi 2-3 Cangkir Sehari Turunkan Risiko Demensia hingga 18%