MURIANETWORK.COM - Sebuah video yang menunjukkan praktik terapi menyalakan api di atas perut (fire therapy) untuk mengobati GERD dan sesak napas viral di media sosial. Menanggapi hal ini, dokter spesialis memberikan peringatan keras mengenai bahaya dan ketiadaan dasar ilmiah dari metode tersebut.
Praktik yang Mengundang Kekhawatiran
Dalam video yang beredar, terlihat seorang praktisi menyalakan api di atas perut pasien. Api tidak langsung menyentuh kulit, melainkan menggunakan kain seperti handuk atau baju sebagai perantara. Kobaran api dibiarkan selama beberapa saat dengan klaim dapat membunuh penyebab penyakit. Meski tampak spektakuler, praktik ini justru memicu kecemasan di kalangan tenaga medis.
Peringatan Tegas dari Ahli Mikrobiologi Klinik
Dr. Ayman Alatas, SpMK, dokter spesialis mikrobiologi klinik, secara tegas menyatakan bahwa terapi ini tidak direkomendasikan. Menurutnya, metode tersebut sama sekali tidak memiliki bukti medis yang dapat dipertanggungjawabkan untuk menyembuhkan GERD atau gangguan pernapasan.
"Secara klinis, GERD berkaitan dengan gangguan katup kerongkongan dan asam lambung, sementara sesak napas biasanya berhubungan dengan fungsi paru atau jantung, sehingga paparan panas eksternal di permukaan kulit tidak memberikan solusi pada akar permasalahan organ dalam tersebut," jelasnya dalam sebuah unggahan edukatif.
Artikel Terkait
Waspadai Tanda Samar Kolesterol Tinggi Usai Lebaran
Waspadai Lonjakan Kolesterol hingga Asam Urat Usai Menyantap Hidangan Lebaran
Tips Atasi Post-Holiday Blues Usai Libur Lebaran
SNBT 2026: Lokasi UTBK Ditentukan Sistem Acak untuk Cegah Kecurangan