Dia melanjutkan dengan menekankan risiko berbahaya dari tindakan tersebut. "Alih-alih menyembuhkan, metode ini justru memiliki risiko tinggi menyebabkan luka bakar serius, iritasi kulit, hingga trauma fisik bagi pasien, sehingga sangat penting untuk beralih ke pengobatan medis yang lebih aman dan terukur," tambah dr. Ayman.
Risiko Nyata dan Anjuran yang Benar
Dari sudut pandang medis, paparan panas ekstrem secara lokal hanya berpotensi merusak jaringan kulit dan di bawahnya, tanpa menyentuh mekanisme penyakit yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh. GERD, misalnya, adalah masalah pada saluran cerna bagian atas yang memerlukan penanganan khusus, mulai dari modifikasi gaya hidup, obat-obatan, hingga tindakan medis tertentu.
Dalam penjelasannya, dr. Ayman juga memberikan saran bijak bagi masyarakat yang tertarik dengan pengobatan alternatif. Dia menyarankan untuk memilih terapi yang sudah berbasis bukti ilmiah (evidence-based). Namun, terapi medis konvensional tetaplah menjadi pilihan utama yang paling terukur keamanan dan efektivitasnya untuk menangani kondisi seperti GERD dan sesak napas.
Peringatan ini mengingatkan publik untuk lebih kritis dan selektif terhadap informasi kesehatan yang beredar, terutama yang menjanjikan kesembuhan instan dengan cara-cara tidak lazim. Konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional tetap menjadi langkah paling tepat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang aman.
Artikel Terkait
Waspadai Tanda Samar Kolesterol Tinggi Usai Lebaran
Waspadai Lonjakan Kolesterol hingga Asam Urat Usai Menyantap Hidangan Lebaran
Tips Atasi Post-Holiday Blues Usai Libur Lebaran
SNBT 2026: Lokasi UTBK Ditentukan Sistem Acak untuk Cegah Kecurangan