Dampaknya cukup terasa. Effy mengaku langkah pengembangan usahanya jadi lebih strategis dan terarah. Dia lebih berani menetapkan target, juga lebih siap menangkap peluang kolaborasi. Perlahan, pesanan pun stabil dan brand awareness Kenes Lalita meningkat.
"LinkUMKM bantu saya melihat usaha secara lebih terstruktur, nggak cuma dari sisi kreatif saja," ungkap Effy.
"Ada pelatihan dan challenge yang mendorong saya evaluasi brand, perkuat storytelling, dan akhirnya lebih percaya diri dalam memasarkan produk."
Secara terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menyoroti pentingnya pendampingan bagi UMKM.
"Kenes Lalita menunjukkan bahwa penguatan UMKM tidak hanya pada kreativitas produk, tetapi juga membutuhkan disiplin manajemen dan konsistensi strategi pemasaran," jelas Dhanny.
"LinkUMKM BRI menyediakan ruang pembelajaran agar pelaku usaha bisa konsisten mengembangkan usahanya. Melalui ekosistem ini, komitmen kami adalah memperkuat UMKM sebagai pilar ekonomi yang tangguh."
Pada intinya, LinkUMKM adalah platform digital BRI yang dirancang sebagai ekosistem pemberdayaan. Strateginya berbasis data dan teknologi, dengan fitur seperti Self Assessment untuk memetakan posisi usaha dan memberi rekomendasi pelatihan yang tepat. Platform ini juga membuka akses pendampingan, perluasan pasar lewat Etalase Digital, serta menyediakan ratusan modul pelatihan baik daring maupun luring yang didukung jaringan Rumah BUMN. Tujuannya satu: membantu UMKM naik kelas secara sistematis dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Dokter Ungkap Detik-Detik Terakhir Lula Lahfah di Apartemen Dharmawangsa
Selebgram Fuji Ungkap Luka Batin Lebih Dalam dari Kerugian Miliaran
Kevin Germanier Sulap Sisa LVMH Jadi Mahakarya Haute Couture di Paris
Syaban Tiba, Saatnya Menggenjarkan Sholawat untuk Raih Syafaat