Selain soal suara, rupanya rintik hujan juga punya efek fisiologis langsung. Iramanya yang menenangkan bisa mengaktifkan sistem saraf parasimpatik.
Saraf inilah yang bertugas membawa tubuh ke mode "istirahat dan cerna". Denyut jantung melambat, otot-otot rileks, dan tubuh secara alami memasuki kondisi yang memicu kantuk.
Dingin yang Menyenangkan
Kita juga tak bisa mengabaikan faktor suhu. Hujan hampir selalu membawa hawa sejuk. Dan tubuh kita ternyata dirancang untuk tidur lebih baik dalam lingkungan yang dingin.
Suhu internal tubuh yang turun adalah sinyal alami bahwa ini waktunya beristirahat. Makanya, tidur di cuaca sejuk seringkali terasa lebih nyenyak dan membuat kita bangun dengan energi yang pulih kembali.
Meditasi Alam Bebas
Terakhir, bagi sebagian orang, suara hujan bekerja seperti alat meditasi. Ia membantu menenangkan pikiran yang ruwet.
Dr. Sue Peacock kembali menjelaskan, "Hujan memicu gelombang alfa di otak yang bantu merilekskan otak sehingga membantu kita tidur lebih cepat."
Tapi tentu saja, respons setiap orang bisa berbeda. Bagi yang punya trauma atau kecemasan terkait hujan, suara gemuruh justru bisa membangkitkan kegelisahan, bukan ketenangan.
Nah, bagaimana dengan pengalamanmu sendiri? Apakah hujan adalah teman tidur terbaik, atau justru sebaliknya?
Artikel Terkait
Kapan Waktu Tepat Ganti Bra Saat Hamil? Ini Tanda-Tandanya
Kisah Para Ibu: Dari Pujian Sederhana hingga Ajarkan Anak Berani Membela Diri
Mimpi Naik Truk: Benarkah Isyarat Beban Hidup yang Harus Diangkut?
Hati-Hati! 5 Buah Ini Justru Cepat Busuk Jika Disimpan di Kulkas