Ia terbang meninggi, mengabaikan arahan dari Kura-kura tua yang sebenarnya paling hapal seluk-beluk hutan.
Alhasil? Oru malah tersesat lebih dalam. Dalam kabut yang pekat itu, suaranya mulai gemetar saat ia menyadari kesalahannya. Akhirnya, dengan kerendahan hati yang tak biasa, Oru kembali dan mendatangi Kura-kura tua.
"Maafkan aku," katanya. "Bisakah kau tunjukkan jalan yang benar?"
Kura-kura itu hanya tersenyum lembut. Lalu, dengan sabar, ia mulai memberi petunjuk. Kali ini, Oru menyimak setiap kata. Benar saja, dengan kerja sama mereka, anak burung pipit berhasil ditemukan dan dibawa pulang dengan selamat.
Peristiwa malam itu menjadi pelajaran berharga. Oru memang tetap pintar, tapi sekarang dia juga jadi pendengar yang baik. Perubahannya itu bikin seluruh penghuni hutan merasa lebih nyaman lagi bersamanya.
Pesan yang bisa kita ambil: Kepintaran saja gak bakal cukup. Sikap bijak itu justru terlihat dari kesediaan kita untuk mendengarkan. Dengan begitu, bantuan kita lebih tepat sasaran dan kita pun lebih dihargai orang lain.
Artikel Terkait
Trump Sinyalkan Kuba Jadi Target Berikutnya Usai Iran
Dokter Richard Lee Ditahan sebagai Tersangka Usai Pemeriksaan di Polda Metro Jaya
Malam Nuzulul Quran: Mengenang Turunnya Wahyu Pertama dan Hikmah bagi Umat
Doa Hari ke-17 Ramadhan: Momentum Mustajab untuk Mohon Ampunan dan Keberkahan