“Efek dari hormon kontrasepsi ini memang menekan terjadinya menstruasi,” jelas dr. Dinda.
“Alhasil, haid bisa terlambat atau bahkan nggak datang sama sekali.”
Jangan Buru-buru Ambil Kesimpulan Sendiri
Meski wajar merasa khawatir, dr. Dinda menekankan pentingnya untuk tidak melakukan self-diagnosis atau menduga-duga sendiri. Panik malah bisa bikin stres, yang ujung-ujungnya memperparah keadaan.
Langkah awal yang bisa dilakukan adalah mencoba lebih peka dan mencatat siklus menstruasi selama dua hingga tiga bulan berturut-turut. Amati polanya.
Kalau setelah itu siklus masih saja tidak menentu, atau malah makin kacau, baru saatnya kamu mencari pertolongan medis. Datanglah ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dengan begitu, akar masalahnya bisa ketahuan. Penanganannya pun jadi lebih tepat, dan kamu nggak perlu lagi dibayangi kekhawatiran yang berlebihan.
Artikel Terkait
Klub Harvard Indonesia Pecat Andhika Sudarman Terkait Tuduhan Pelecehan Seksual
Studi 43 Tahun: Minum Kopi 2-3 Cangkir Sehari Turunkan Risiko Demensia hingga 18%
Doa Hari ke-12 Ramadhan: Mohon Aib Ditutup dan Dihiasi Kebaikan
Ahli Gizi Ingatkan Bahaya Langsung Konsumsi Gula Saat Buka Puasa