BPOM memerintahkan penarikan sementara produk susu formula S-26 Promil Gold pHPro 1. Langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian, menyusul kabar soal dugaan kontaminasi racun cereulide di sejumlah produk Nestlé yang diproduksi di Swiss.
Menariknya, pengujian yang dilakukan BPOM sendiri justru menunjukkan hasil berbeda. Pada dua batch produk dengan nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1 itu, racun cereulide tidak terdeteksi. Meski begitu, langkah penarikan tetap dijalankan.
Keputusan ini rupanya mengikuti notifikasi dari sistem keamanan pangan Uni Eropa dan jaringan otoritas pangan internasional. Notifikasi tersebut menyebutkan merek-merek lain seperti SMA, BEBA, dan NAN. Namun, ketiga merek itu sendiri tidak beredar di pasar Indonesia.
Dalam keterangan tertulisnya Rabu lalu, BPOM menjelaskan tindak lanjutnya.
"BPOM telah memerintahkan PT Nestlé Indonesia untuk menghentikan distribusi dan melakukan penghentian sementara importasi produk tersebut,"
Tak hanya itu, perusahaan juga disebut telah bergerak cepat.
"Paralel dengan itu, PT Nestle Indonesia telah melakukan penarikan sukarela dari peredaran terhadap seluruh produk formula bayi dengan bets yang terdampak di bawah pengawasan BPOM,"
Kabarnya, hingga saat ini belum ada laporan sakit yang terkonfirmasi di Indonesia terkait konsumsi produk tersebut. Ini tentu menjadi berita yang agak melegakan di tengah situasi seperti ini.
Lalu, apa sebenarnya cereulide itu? Racun ini dihasilkan oleh bakteri Bacillus cereus dan punya sifat yang cukup bandel: tahan panas. Artinya, memasaknya dengan air mendidih biasa tidak akan mampu menonaktifkannya.
Efeknya bisa cepat dirasakan, biasanya dalam waktu setengah jam sampai enam jam setelah dikonsumsi. Gejalanya cukup mengkhawatirkan: muntah yang parah dan terus-menerus, diare, plus tubuh terasa sangat lemas.
Nah, bagi masyarakat yang masih menyimpan produk dengan nomor bets tersebut, BPOM punya imbauan jelas. Segera hentikan pemakaian. Produk bisa dikembalikan ke tempat pembelian atau dihubungi langsung layanan konsumen Nestlé untuk penukaran.
Di sisi lain, BPOM menegaskan bahwa produk Nestlé lainnya, termasuk varian S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor bets berbeda, masih aman untuk dikonsumsi. Jadi tak perlu panik berlebihan.
Bagaimana Nestle Menanggapi?
Pihak Nestlé Indonesia sendiri bersikap kooperatif. Mereka menegaskan bahwa produk yang beredar di Indonesia sebenarnya bersih dari kontaminasi. Tapi, demi kehati-hatian, mereka memilih untuk mengikuti arahan BPOM.
Berikut poin-poin yang mereka sampaikan:
- Distribusi produk terdampak telah dihentikan, begitu pula impornya. Mereka juga melakukan penarikan sukarela untuk dua batch yang dimaksud.
- Konsumen yang memiliki produk dengan batch 51530017C2 dan 51540017A1 diminta menghubungi layanan konsumen Nestlé.
Perusahaan meyakinkan publik bahwa produk Nestlé atau Wyeth lainnya, termasuk batch lain dari S-26 Promil, tidak terdampak masalah ini. Komitmen terhadap standar keamanan dan kualitas tertinggi, kata mereka, tetap menjadi prioritas utama.
Artikel Terkait
Syifa Hadju Ungkap Alasan Mantap Menikah dengan El Rumi
Clara Shinta Alami Trauma Berat Pascakonflik Rumah Tangga dan Gugatan Rp10,7 Miliar
Menkes Budi Gunadi Bagikan Tips Alami Kendalikan Kolesterol dengan Cuka Apel
Pemeriksaan Inarasati di Polda Metro Jaya Ditunda Lagi