“Yang penting bergerak,” begitu kira-kira intinya. Menyapu lantai, menyiram tanaman, berjalan ke warung, atau sekadar beres-beres rumah sudah termasuk. Gerakan sederhana semacam ini, jika dilakukan rutin, disebut bisa menurunkan risiko kematian relatif hingga 14–20 persen bagi mereka yang sudah berada di tahap lanjut CKM.
Memang, aktivitas ringan tak bisa sepenuhnya menggantikan olahraga terstruktur untuk membangun kebugaran puncak. Namun begitu, bergerak sepanjang hari jelas jauh lebih baik daripada duduk diam berjam-jam. Tubuh kita dirancang untuk aktif, dan ketika kita memenuhinya, fungsinya akan lebih optimal dalam jangka panjang.
Di sisi lain, tentu saja, hidup sehat tak cuma soal gerak. Para ahli tetap menekankan pentingnya sinergi berbagai kebiasaan baik. Pola makan bergizi seimbang, tidur yang cukup, mengelola stres dengan baik, dan menjaga tubuh tetap terhidrasi adalah pilar-pilar lainnya. Kombinasi inilah yang diyakini menjadi kunci menuju hidup yang tidak hanya panjang, tetapi juga berkualitas.
Jadi, mulai dari mana? Mungkin dari hal kecil di rumah kita sendiri.
Artikel Terkait
Menkes Ingatkan Bahaya Sahur dengan Mi Instan Plus Nasi, Bisa Lemas dan Cepat Lapar
Ridho Ardesan Tersingkir dari Cahaya Muda Indonesia, Juri Soroti Kesalahan Materi dan Vokal
Finalis Agil Sulthon Pukau Juri dengan Hafalan Al-Baqarah di Cahaya Muda Indonesia
Teh Hijau vs Air Lemon: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?