Tapi, ada kabar yang sedikit meredakan.
“Hasil pengujian terhadap sampel produk dari dua batch terdampak menunjukkan toksin cereulide tidak terdeteksi,” jelas Badan POM dalam laporannya.
Meski begitu, pihak berwenang tetap melakukan pemantauan ketat. Mereka memastikan produk yang sudah ditarik tidak lagi dijual. Bagi orang tua yang mungkin sudah membeli, disarankan untuk memeriksa nomor batch pada kemasan. Kalau ternyata sama, sebaiknya tidak dikonsumsi dulu.
Kejadian ini tentu mengingatkan kita betapa rentannya rantai pasokan pangan global. Satu bahan baku bermasalah di satu pabrik, bisa berdampak ke banyak negara. Nestlé sendiri disebut telah menghentikan penggunaan minyak ARA dari pemasok yang diindikasikan bermasalah.
Di sisi lain, bagi konsumen di Indonesia, langkah BPOM melakukan testing mandiri patut diapresiasi. Meski impor terjadi, setidaknya ada pemeriksaan ulang sebelum informasi resmi disampaikan ke publik. Soal keamanan pangan, terutama untuk bayi, memang tak boleh ada kompromi.
Artikel Terkait
Klub Harvard Indonesia Pecat Andhika Sudarman Terkait Tuduhan Pelecehan Seksual
Studi 43 Tahun: Minum Kopi 2-3 Cangkir Sehari Turunkan Risiko Demensia hingga 18%
Doa Hari ke-12 Ramadhan: Mohon Aib Ditutup dan Dihiasi Kebaikan
Ahli Gizi Ingatkan Bahaya Langsung Konsumsi Gula Saat Buka Puasa