Mattel baru saja meluncurkan boneka Barbie terbaru yang dirancang untuk merepresentasikan individu dengan autisme. Ini bukan kali pertama mereka melangkah ke arah inklusivitas. Sebelumnya, mereka telah merilis boneka dengan kondisi down syndrome. Kini, lewat kolaborasi panjang, mereka menghadirkan sosok Barbie yang mencerminkan pengalaman hidup di spektrum autisme.
Proses pengembangannya sendiri cukup lama, lebih dari satu setengah tahun. Mattel bekerja sama dengan Autistic Self Advocacy Network (ASAN), sebuah organisasi nirlaba yang digerakkan oleh orang-orang dengan autisme. Tujuannya jelas: agar boneka ini tak sekadar simbol, tapi punya makna yang otentik bagi komunitasnya.
“Boneka ini, didesain dengan arahan dari Autistic Self Advocacy Network, membantu dalam memperluas wujud inklusi dalam rak mainan. Sebab, setiap anak berhak untuk melihat diri mereka sendiri dalam boneka Barbie,”
Ucap Jamie Cygielman, Global Head of Dolls Mattel.
Nah, soal desainnya, Mattel dan ASAN memilih beberapa karakteristik yang mungkin familier bagi sebagian orang dengan autisme. Penting diingat, autisme adalah spektrum. Artinya, pengalaman setiap orang unik dan berbeda-beda. Fitur pada boneka ini hanyalah salah satu cerminan dari keragaman itu.
Boneka ini punya beberapa detail yang cukup menarik. Tangannya, misalnya, dirancang dengan siku dan pergelangan yang bisa digerakkan. Ini memungkinkannya untuk melakukan gerakan seperti "stimming" melambai-lambaikan tangan yang sering dilakukan untuk memproses informasi sensoris atau mengekspresikan perasaan.
Artikel Terkait
Frank & Co. Buka Butik Baru di Plaza Senayan, Usung Konsep Kotak Perhiasan dan Koleksi Kolaborasi
Pusing Usai Bercinta Saat Hamil: Normalkah? Ini Kata Ahli
Korban Akademi Crypto Laporkan Kerugian Rp3 Miliar ke Polda Metro Jaya
Anak Sering Sakit? Waspadai Ancaman Tersembunyi bagi Masa Depannya