Langkah penanganan dilakukan secara menyeluruh. Otoritas Pengawasan Kesehatan Negara bersama Direktorat Kesehatan Masyarakat setempat melakukan disinfeksi total di area spa, memeriksa semua staf, dan memperluas penelusuran kontak. Aktivitas di tempat itu tetap dihentikan sampai investigasi dinyatakan selesai.
Kabarnya, pasien yang positif sudah mulai menjalani pengobatan standar WHO. Begitu terapi dimulai, risiko penularannya akan turun drastis dan akhirnya hilang sama sekali.
Di sisi lain, penting untuk tidak panik. Pihak berwenang menekankan bahwa kusta ini penyakit yang perkembangannya lambat banget. Penularannya juga rendah. Penyakit yang disebabkan bakteri "Mycobacterium leprae" ini umumnya cuma menular lewat kontak dekat dan berkepanjangan dengan penderita yang belum diobati.
Jadi, hal-hal seperti jabat tangan, pelukan, atau naik transportasi umum bersama, hampir tidak mungkin menularkan. Meski kasusnya sangat langka di Eropa, kemunculan sporadis bisa saja terjadi, biasanya terkait dengan individu yang berasal dari wilayah endemik seperti sebagian Asia, Afrika, dan Amerika Latin.
Artikel Terkait
Cara Cek Daya Tampung SNBP 2026: Portal SNPMB atau Langsung ke Situs Kampus?
Prilly Latuconsina Minta Maaf Usai Status Open to Work Picu Badai Kritik
Pandji Pragiwaksono Tegaskan Bakal Lanjutkan Stand Up Comedy, Meski Tanpa Mens Rea
Membaca Mimpi Shio: Pesan Batin Jelang Imlek