Perhatikan juga asupan makanan. Pilih yang lembut dan gampang dicerna usus yang lagi sensitif. Nasi putih, pisang, bubur, atau kentang rebus adalah pilihan yang aman. Sebaliknya, jauhkan dulu makanan berlemak, pedas, gorengan, dan produk susu. Makanan berserat tinggi juga sebaiknya dihindari sementara sampai kondisi benar-benar pulih.
Istirahat yang cukup. Jangan dipaksa untuk beraktivitas berat. Tubuhmu butuh energi untuk memulihkan diri setelah 'bertarung' mengeluarkan banyak cairan. Ambil waktu untuk rebahan dan biarkan tubuhmu beristirahat total.
Terakhir, soal obat. Hati-hati, ya. Oralit tetaplah yang utama. Untuk obat antidiare seperti loperamide, sebaiknya hanya digunakan jika benar-benar perlu dan tidak ada gejala lain seperti demam tinggi atau tinja berdarah. Jika dicurigai ada infeksi bakteri, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik. Ingat, jangan sembarangan minum antibiotik tanpa resep dokter.
Kesimpulannya, diare memang umum, tapi jangan pernah dianggap sepele. Dengarkan sinyal yang diberikan tubuhmu. Jika gejala tak kunjung membaik atau justru memburuk, segeralah cari pertolongan medis.
Artikel Terkait
Ahli Ungkap Cara Sederhana Tingkatkan Dopamin, dari Makanan hingga Aktivitas Ringan
Dr. Boyke Ingatkan Penurunan Testosteron dan Pentingnya Pola Hidup Sejak Usia 25
Intermittent Fasting untuk Penderita GERD: Bisa Bermanfaat dengan Syarat
Insanul Fahmi Selesaikan Pemeriksaan Polda Metro Jaya, Jawab 30 Pertanyaan