JAKARTA - Tradisi tahlilan menjadi salah satu ritual keagamaan yang mengakar kuat dalam masyarakat Muslim Indonesia. Acara yang digelar sebagai bentuk belasungkawa ini bertujuan mendoakan arwah orang yang telah meninggal dunia.
Secara etimologis, istilah "tahlilan" berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata kerja "hallala" yang berarti mengucapkan kalimat tauhid "Laa ilaha illallah". Tradisi ini kemudian berkembang dan mengalami adaptasi linguistik di Indonesia dengan penambahan akhiran "-an", sehingga menjadi "tahlilan" seperti yang dikenal masyarakat saat ini.
Mayoritas ulama mazhab Syafii, Hanafi, Hambali, dan kalangan mutaakhirin Malikiyah menilai praktik tahlilan sebagai bidah idhofiyah, meskipun dalam praktiknya diperbolehkan. Perbedaan pendapat ini tidak menghentikan tradisi tersebut untuk terus berlangsung turun-temurun.
Berikut contoh teks pranatacara tahlilan yang dapat digunakan sebagai panduan:
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil 'alamin, wasshalatu wassalamu 'ala asyrafil anbiya wal mursalin, sayyidina Muhammadin wa 'ala alihi wa sahbihi ajma'in.
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala atas rahmat dan karunia-Nya yang mempertemukan kita dalam acara tahlilan untuk mendoakan almarhum/almarhumah (sebutkan nama). Semoga segala dosanya diampuni, amal ibadahnya diterima, dan ditempatkan di sisi-Nya yang terbaik. Aamiin ya rabbal 'alamin.
Sholawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam, keluarga, sahabat, dan pengikutnya hingga akhir zaman.
Hadirin yang dirahmati Allah, berikut susunan acara tahlilan malam ini:
1. Pembukaan dengan pembacaan Surat Al Fatihah
2. Pembacaan Surat Yasin dipimpin oleh (sebutkan nama ustaz/kiai)
3. Tahlil dan doa dipimpin oleh (sebutkan nama ustaz/kiai)
4. Tausiyah singkat oleh (sebutkan nama ustaz/kiai)
Keluarga almarhum/almarhumah mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan partisipasi hadirin. Semoga doa-doa yang dipanjatkan menjadi amal jariyah bagi mendiang.
Kami memohon maaf atas segala kekurangan. Acara ini kita tutup dengan membaca Hamdallah bersama-sama.
Alhamdulillahi rabbil 'alamin.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Contoh teks tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi setempat, dengan tetap menjaga substansi dan tata cara pelaksanaan tahlilan yang telah berlaku dalam masyarakat.
Artikel Terkait
Syifa Hadju Ungkap Alasan Mantap Menikah dengan El Rumi
Clara Shinta Alami Trauma Berat Pascakonflik Rumah Tangga dan Gugatan Rp10,7 Miliar
Menkes Budi Gunadi Bagikan Tips Alami Kendalikan Kolesterol dengan Cuka Apel
Pemeriksaan Inarasati di Polda Metro Jaya Ditunda Lagi