PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Sebagai bank terdepan dalam pemberdayaan UMKM, BRI memberikan dukungan nyata agar para pengusaha mikro dapat berkembang dan naik kelas secara berkelanjutan.
Komitmen BRI terhadap UMKM diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro yang diselenggarakan Kementerian UMKM. Acara yang berlangsung di Sport Center Kelapa Dua, Tangerang, Banten ini menghadirkan 720 pengusaha UMKM binaan BRI dari total 1.200 pelaku UMKM peserta festival.
Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Yuni Moraza, menegaskan bahwa festival ini bertujuan meningkatkan kelas UMKM sekaligus menjamin keberlangsungan usaha melalui berbagai program pendukung seperti pelatihan, perizinan, pembiayaan, dan literasi keuangan.
Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro berfungsi sebagai pusat layanan terpadu yang memudahkan pelaku usaha mikro mengurus legalitas usaha, perlindungan hukum, dan fasilitas pemerintah. Keberadaan festival ini sangat membantu UMKM yang sebelumnya kesulitan mengakses layanan tersebut.
Bagi pelaku UMKM, festival memberikan manfaat konkret berupa kemudahan memperoleh legalitas usaha, perlindungan merek dan produk, peningkatan daya saing pasar, peningkatan kepercayaan konsumen, kemudahan akses pembiayaan, serta peluang kemitraan dan ekspor.
BRI tidak hanya mengikutsertakan UMKM binaannya, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk memamerkan produk unggulan kepada masyarakat luas. Festival ini menjadi wadah strategis untuk promosi, edukasi, kolaborasi, dan pemberdayaan UMKM.
Direktur Mikro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyatakan bahwa BRI akan terus memperkuat ekosistem pembiayaan mikro dengan dukungan teknologi, edukasi, dan kemudahan akses layanan perbankan. "Sebagai bank yang lahir dan tumbuh bersama rakyat, BRI konsisten menjadi rumah besar bagi pengusaha UMKM," tegasnya.
Hingga September 2025, BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 130,2 triliun kepada 2,8 juta debitur, mencapai 74,40% dari total alokasi KUR BRI tahun 2025 sebesar Rp 175 triliun. Sektor produksi menjadi dominan dalam penyaluran KUR BRI dengan porsi 64,31%, dimana sektor pertanian berkontribusi sebesar Rp 58,37 triliun atau 44,83% dari total penyaluran.
Program KUR BRI tidak hanya fokus pada pembiayaan, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan melalui pendampingan usaha, pelatihan digital, dan integrasi ke dalam ekosistem yang lebih luas. BRI berkomitmen menyediakan akses pembiayaan mudah, perlindungan risiko usaha melalui asuransi mikro, serta mendorong transformasi digital UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Artikel Terkait
Kemkomdigi Awasi Sidang Gugatan Rp3,3 Triliun Bali Towerindo ke Pemkab Badung
Harga CPO Catat Pelemahan Mingguan Kedua, Didorong Ekspor Malaysia Turun dan Kekhawatiran China
Saham BUMI Kuasai Pasar dengan Volume 50 Miliar Saham, Kontribusi ke IHSG Capai 17 Poin
Harga Minyak Menguat Tipis Didukung Data Inflasi AS yang Lebih Lunak