Astagfirullahalaziiim, Astagfirullahalaziiim, Astagfirullahalaziiim.
Pernyataan pejabat terkait proyek kereta cepat ini sungguh mengundang tanya. Mengapa sebuah proyek yang diketahui bermasalah sejak awal justru diteruskan?
Faktanya, proyek kereta cepat ini dimulai oleh pemerintahan sebelumnya. Awalnya, skema yang diusung adalah B to B (Business to Business) dengan klaim tidak akan membebani APBN. Namun, pada kenyataannya, klaim tersebut ternyata tidak sesuai.
Pendapat mantan Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan, justru terlihat lebih masuk akal dalam menyikapi proyek ini. Perlu diingat, Jonan kemudian dicopot dari posisinya dan dipindahkan ke kementerian lain.
Artikel Terkait
Bumi Memanas Lebih Cepat, KLHK Buru-buru Tinjau Ulang Tata Ruang
Kematian di Tangan ICE: Krisis Kepercayaan dan Gelombang Protes yang Mengguncang Amerika
John Sitorus Sindir Siti Nurbaya Usai Rumahnya Digeledah: Gabung Saja ke PSI
Brian Yuliarto Buka Kartu: Kampus dan Industri Harus Jalin Kolaborasi Nyata untuk Pacu Ekonomi