Astagfirullahalaziiim, Astagfirullahalaziiim, Astagfirullahalaziiim.
Pernyataan pejabat terkait proyek kereta cepat ini sungguh mengundang tanya. Mengapa sebuah proyek yang diketahui bermasalah sejak awal justru diteruskan?
Faktanya, proyek kereta cepat ini dimulai oleh pemerintahan sebelumnya. Awalnya, skema yang diusung adalah B to B (Business to Business) dengan klaim tidak akan membebani APBN. Namun, pada kenyataannya, klaim tersebut ternyata tidak sesuai.
Pendapat mantan Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan, justru terlihat lebih masuk akal dalam menyikapi proyek ini. Perlu diingat, Jonan kemudian dicopot dari posisinya dan dipindahkan ke kementerian lain.
Astagfirullahalaziiim, Astagfirullahalaziiim, Astagfirullahalaziiim.
Sebagai rakyat, kita hanya bisa bersabar. Situasi seperti ini seolah menguji kesabaran kita dalam mempercayai pengelolaan negara.
(Tere Liye)
Sumber artikel asli: Portal-Islam.id
Artikel Terkait
IFK Göteborg Gagal Amankan Kemenangan, Ditahan Imbang Mjällby 1-1 di Allsvenskan
Kolombia Umumkan 26 Pemain Piala Dunia 2026, James Rodríguez Pimpin Skuad Berpadu Pengalaman dan Muda
ART Rekrutan Facebook di Surabaya Gasak Emas dan Uang Dolar Majikan Senilai Rp30 Juta
Bojan Hodak Tinggalkan Kursi Pelatih Persib Usai Hattrick Gelar, Jabat Technical Advisor