10 Orang Terkaya di Dunia Tembus Rp8.700 Triliun di 2025, Didorong AI

- Senin, 03 November 2025 | 06:15 WIB
10 Orang Terkaya di Dunia Tembus Rp8.700 Triliun di 2025, Didorong AI

Harta 10 Orang Terkaya di Dunia Tembus Rp8.700 Triliun di 2025, Didorong AI

Kekayaan kolektif 10 orang terkaya di dunia melonjak fantastis sebesar USD523 miliar atau setara Rp8.700 triliun sepanjang tahun 2025. Lonjakan kekayaan ini didorong secara signifikan oleh tren kecerdasan buatan (AI) yang terus menguat.

Larry Ellison Raih Kenaikan Terbesar

Pendiri Oracle, Larry Ellison, mencatatkan peningkatan kekayaan terbesar tahun ini. Kekayaannya meroket USD150 miliar, membuat total kekayaannya mencapai USD343 miliar.

Pendiri Alphabet dan CEO Meta Ikut Meroket

Pendiri Alphabet, Larry Page dan Sergey Brin, juga menikmati keuntungan besar. Masing-masing dari mereka mencatat kenaikan kekayaan lebih dari USD60 miliar sejak awal 2025. Sementara itu, CEO Meta Mark Zuckerberg dan CEO Nvidia Jensen Huang berhasil menambahkan lebih dari USD50 miliar ke dalam pundi-pundi kekayaan mereka.

Deretan Nama Lain yang Kekayaannya Melonjak

Lonjakan kekayaan juga dialami oleh pelopor PC Michael Dell, mantan CEO Microsoft Steve Ballmer, dan CEO Tesla Elon Musk. Ketiganya masing-masing mencatat kenaikan lebih dari USD30 miliar pada tahun 2025. Daftar ini ditutup oleh CEO LVMH Bernard Arnault dan pendiri Amazon Jeff Bezos, dengan kenaikan masing-masing sebesar USD19 miliar dan USD11 miliar.

Kekayaan Kolektif Lampaui Valuasi Amazon

Secara kolektif, kekayaan 10 orang terkaya di dunia ini kini bernilai hampir USD2,5 triliun. Angka yang luar biasa ini bahkan melampaui valuasi raksasa teknologi, Amazon.

Keterkaitan Erat dengan Saham Perusahaan AI

Fakta menariknya, sembilan dari sepuluh orang terkaya ini, kecuali Bernard Arnault, merupakan pemegang saham utama di perusahaan-perusahaan AI terbesar dunia. Kenaikan harga saham perusahaan-perusahaan teknologi dan AI inilah yang menjadi mesin pendorong utama peningkatan kekayaan bersih mereka.

Dengan pertumbuhan yang begitu pesat, para pengamat pasar masih terbagi. Sebagian memandang tren AI sebagai gelembung yang suatu saat akan meledak, sementara yang lain yakin ini adalah awal dari sebuah revolusi teknologi yang sesungguhnya.

Komentar