Menteri Perindustrian Sambut Positif Tambahan 30 Rangkaian KRL Jabodetabek
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penambahan 30 rangkaian kereta commuter line (KRL) untuk wilayah Jabodetabek yang telah disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan ini dinilai sebagai peluang besar bagi kemajuan industri kereta api nasional.
Peluang Besar bagi Industri Kereta Api Nasional
Menperin menegaskan bahwa rencana pengadaan KRL baru ini merupakan angin segar bagi industri dalam negeri, khususnya bagi produsen kereta api seperti PT Industri Kereta Api (INKA). Pemerintah akan mendorong pemanfaatan kemampuan industri nasional untuk menyuplai kebutuhan proyek, termasuk gerbong dan berbagai komponen pendukungnya.
Kualitas dan Kapasitas INKA Tidak Diragukan Lagi
Agus Gumiwang menyampaikan optimisme yang tinggi terhadap kemampuan industri kereta nasional dalam memenuhi proyek strategis ini. Ia menggarisbawahi bahwa PT INKA telah memiliki rekam jejak internasional yang kuat dengan mengekspor produknya ke berbagai negara, sehingga kualitasnya sudah teruji.
Mengenai kesiapan kapasitas produksi, Menperin menjelaskan bahwa sektor industri kereta api telah berkembang pesat dalam tiga dekade terakhir. Pemerintah akan menyesuaikan dukungannya berdasarkan kebutuhan riil dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai operator.
Latar Belakang Pengadaan KRL Baru
Kebijakan penambahan 30 rangkaian KRL ini diusulkan oleh Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, dengan total anggaran sekitar Rp 5 triliun. Presiden Prabowo Subianto menyetujui anggaran ini untuk memperkuat dan memperluas layanan transportasi massal di kawasan Jabodetabek yang padat penduduk.
Langkah ini merupakan komitmen pemerintah dalam meningkatkan konektivitas dan kenyamanan transportasi publik bagi masyarakat banyak, sekaligus mendorong pertumbuhan industri strategis dalam negeri.
Artikel Terkait
Analis Proyeksikan Harga Emas Masih Fluktuatif, Tunggu Data AS dan Sentimen Global
OJK dan BEI Ingatkan Investor untuk Teliti Memilih Perusahaan Sekuritas
Investor Beralih ke Saham Murah, Indeks Small Cap Melonjak 3,5%
Progres Konstruksi Tambang Emas Pani Capai 94%, Target Produksi 2026 Dicanangkan