Agus Gumiwang menyampaikan optimisme yang tinggi terhadap kemampuan industri kereta nasional dalam memenuhi proyek strategis ini. Ia menggarisbawahi bahwa PT INKA telah memiliki rekam jejak internasional yang kuat dengan mengekspor produknya ke berbagai negara, sehingga kualitasnya sudah teruji.
Mengenai kesiapan kapasitas produksi, Menperin menjelaskan bahwa sektor industri kereta api telah berkembang pesat dalam tiga dekade terakhir. Pemerintah akan menyesuaikan dukungannya berdasarkan kebutuhan riil dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai operator.
Latar Belakang Pengadaan KRL Baru
Kebijakan penambahan 30 rangkaian KRL ini diusulkan oleh Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, dengan total anggaran sekitar Rp 5 triliun. Presiden Prabowo Subianto menyetujui anggaran ini untuk memperkuat dan memperluas layanan transportasi massal di kawasan Jabodetabek yang padat penduduk.
Langkah ini merupakan komitmen pemerintah dalam meningkatkan konektivitas dan kenyamanan transportasi publik bagi masyarakat banyak, sekaligus mendorong pertumbuhan industri strategis dalam negeri.
Artikel Terkait
WBSA Jadi Emiten IPO Pertama 2026, Harga Saham Perdana Rp168
WOM Finance Bagikan Dividen Rp46 Miliar, Cair Awal Mei 2026
ADRO Tingkatkan Anggaran Buyback Saham Jadi Rp 5 Triliun
WIKA Catat Kerugian Rp9,75 Triliun di 2025 Meski Raih Kontrak Baru Rp17,46 Triliun