Kebijakan Umrah Mandiri Tidak Pengaruhi Signifikan Bisnis HAJJ
PT Arsy Buana Travelindo Tbk (HAJJ) menyatakan kebijakan pemerintah yang melegalkan umrah mandiri tidak akan berdampak signifikan terhadap prospek bisnis perusahaan. Keyakinan ini didasari pada kebutuhan fasilitas hotel yang tetap menjadi prioritas utama bagi seluruh jemaah, baik yang berangkat melalui biro perjalanan maupun secara mandiri.
Diversifikasi Pasar dan Lini Bisnis Jadi Kekuatan HAJJ
Direktur Utama HAJJ, Saipul Bahri, mengungkapkan bahwa permintaan layanan hotel diproyeksikan tetap stabil. Selain menggarap bisnis biro perjalanan, HAJJ juga memiliki lini bisnis khusus di segmen perhotelan yang menjadi pilar utama pendapatan.
Pasar HAJJ tidak terbatas pada Indonesia saja, melainkan mencakup jemaah dari berbagai negara Muslim di Asia Tenggara, Asia Tengah, dan Timur Tengah. Diversifikasi pasar ini menjadikan kinerja perseroan tetap tangguh menghadapi perubahan regulasi domestik.
Artikel Terkait
Avatar: Fire and Ash Tembus USD1 Miliar, Jadi Film Ketiga Disney yang Raih Prestasi Serupa di 2025
Analis Prediksi IHSG Masih Berpotensi Koreksi ke Level 6.745
Laba Bersih ABM Investama Anjlok 51% di Tengah Tekanan Harga Batu Bara
Pendapatan Trimegah Sekuritas Melonjak 85% Jadi Rp1,68 Triliun pada 2025