Investasi Alas Kaki Indonesia Tembus Rp 19,23 Triliun, Ekspor Melesat
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan capaian investasi yang tinggi pada sektor industri alas kaki Indonesia. Sepanjang periode Januari hingga September 2025, realisasi investasi di industri ini mencapai Rp 19,23 triliun.
Yang lebih menggembirakan, hampir 90% atau setara Rp 17,89 triliun dari total investasi tersebut berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA). Hal ini menunjukkan kepercayaan investor asing yang sangat besar terhadap iklim investasi industri alas kaki di Indonesia.
Pertumbuhan Industri Alas Kaki Lampaui Rata-Rata Nasional
Agus juga menyoroti pertumbuhan industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki yang mencapai 8,31% secara year on year (YoY) pada kuartal II 2025. Angka ini jauh melampaui pertumbuhan industri pengolahan nonmigas yang sebesar 5,60%.
Pendorong utama kinerja gemilang ini adalah kinerja ekspor. Data menunjukkan, ekspor alas kaki Indonesia pada Januari-Agustus 2025 tercatat sebesar USD 5,16 miliar. Angka ini mengalami kenaikan signifikan sebesar 11,89% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang sebesar USD 4,61 miliar.
Prospek Cerah dengan Indonesia-EU CEPA 2027
Pasar ekspor alas kaki Indonesia masih didominasi oleh Amerika Serikat, disusul oleh Uni Eropa. Momentum positif ini diprediksi akan semakin maksimal dengan implementasi perjanjian Indonesia–EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) pada 2027 mendatang.
Kerja sama ini akan membuka akses pasar lebih luas dengan memberikan tarif bea masuk rendah, bahkan 0%, untuk produk alas kaki Indonesia yang masuk ke pasar Eropa. Hal ini akan semakin meningkatkan daya saing produk alas kaki Indonesia di kancah global.
Kontribusi Besar bagi Tenaga Kerja dan Ekonomi Daerah
Industri alas kaki memainkan peran penting dalam penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan data BPS, terdapat 53.000 unit usaha skala kecil yang menyerap hampir 160.000 pekerja. Sementara itu, 737 usaha skala menengah dan besar menyerap hampir 572.000 tenaga kerja.
Dari sisi geografis, Pulau Jawa masih menjadi pusat produksi alas kaki nasional, menyumbang 80% dari total produksi. Jawa Barat berperan sebagai basis bahan baku terbesar, sementara Jawa Timur, khususnya kawasan Sidoarjo, Mojokerto, dan Pasuruan, merupakan pusat produksi dan ekspor utama. DKI Jakarta tercatat sebagai provinsi dengan tingkat konsumsi alas kaki per kapita tertinggi di Indonesia.
Artikel Terkait
Rupiah Melemah ke Rp16.842 per Dolar Dihantam Sentimen Geopolitik Timur Tengah
MNC Sekuritas Gelar Instagram Live Bahas Strategi Investasi Hadapi Volatilitas Pasar
BPS Catat Penurunan Pengangguran Jadi 7,35 Juta Orang pada November 2025
Medco Energi Amankan Pinjaman Rp800 Miliar dari Bank ICBC untuk Capex