ROMA Di tengah hiruk-pikuk bursa transfer Januari, AS Roma akhirnya mendapatkan tambahan tenaga baru untuk lini depannya. Klub ibu kota Italia itu secara resmi mengumumkan kedatangan Donyell Malen. Penyerang asal Belanda ini didatangkan dari Aston Villa dengan status pinjaman, tapi ada opsi untuk dibeli permanen nantinya. Buat pelatih Gian Piero Gasperini, ini adalah angin segar.
Sebenarnya, Malen bukan satu-satunya wajah baru. Sebelumnya, Roma sudah lebih dulu mendatangkan penyerang muda Prancis, Robinio Vaz, dari Marseille. Nilai transfer Vaz disebut-sebut bisa membengkak sampai 25 juta euro. Jadi, bisa dibilang manajemen Roma sedang cukup agresif belakangan ini.
Lantas, kenapa Roma sampai perlu mendatangkan dua penyerang sekaligus? Jawabannya sederhana: kebutuhan mendesak. Gasperini butuh amunisi lebih banyak di sektor depan agar timnya tetap kompetitif di paruh kedua musim ini. Performa yang naik-turun membuat mereka harus bergerak cepat di pasar transfer.
Nah, soal skema transfer Malen, ini cukup menarik. Roma meminjamnya dari Villa. Opsi pembelian yang disepakati konon akan berubah menjadi kewajiban, dengan satu syarat: jika Roma berhasil melenggang ke kompetisi Eropa musim depan. Sebuah taruhan yang cukup jelas.
Klub pun langsung menyambut kedatangannya dengan hangat. Dalam sebuah pernyataan yang dirilis melalui situs resmi, Roma menegaskan Malen adalah bagian penting dari rencana mereka ke depan.
“AS Roma dengan bangga mengumumkan perekrutan Donyell Malen dari Aston Villa,” bunyi pernyataan klub tersebut.
Kalau kita tilik rekam jejaknya, Malen bukanlah pemain baru. Di usia 26 tahun, ia sudah punya segudang pengalaman. Kariernya melanglang buana, mulai dari PSV Eindhoven, lalu ke Borussia Dortmund, dan terakhir Aston Villa. Angkanya pun tak main-main: 294 penampilan dengan 104 gol tercipta di semua kompetisi. Statistik itu menunjukkan ia punya naluri mencetak gol yang cukup konsisten.
Di level internasional, posisinya di Timnas Belanda juga cukup mapan. Malen sudah tampil 49 kali dan menyumbang 13 gol untuk Oranje. Namanya bahkan tercatat di dua ajang Piala Eropa, 2020 dan 2024. Pada Euro tahun lalu, perannya sangat krusial. Dua golnya menjadi kunci kemenangan telak Belanda atas Rumania di babak 16 besar.
Kini, di Roma, ia memilih mengenakan nomor punggung 14. Nomor yang selalu sarat beban harapan. Ekspektasi fans tentu langsung menumpuk padanya.
Lantas, kapan kita bisa melihatnya debut? Menghadapi Torino akhir pekan ini, peluangnya terbilang kecil. Ia baru saja bergabung, butuh adaptasi. Tapi, dengan kondisi lini depan Roma yang sedang darurat, siapa tahu Gasperini memberinya kesempatan lebih cepat dari yang kita duga. Semua masih mungkin. Yang jelas, Roma dapat senjata baru.
Artikel Terkait
Mauricio Souza Kritik Kreativitas Lini Depan Meski Persija Taklukkan PSBS Biak
Marc Marquez Buka Peluang Pensiun Dini dari MotoGP Usai Musim 2026
Kemenpora dan Kemendikbudristek Sinergi Perkuat Ekosistem Olahraga Kampus
Inter Milan Satu Langkah Lagi Pastikan Scudetto Usai Bungkam Cagliari