Di sisi lain, Miguel Manetelu menekankan bahwa proyek-proyek seperti Timor Leste Submarine Cable System (TLSSC) dan konektivitas nasional bukan hanya tentang penyediaan fasilitas telekomunikasi modern, tetapi juga wujud nyata komitmen pemerintah dalam membangun bangsa yang terhubung secara digital.
"CTL tidak hanya bertanggung jawab menyediakan infrastruktur, tetapi juga berinvestasi untuk masa depan masyarakat. Dengan bermitra bersama Telin sebagai pemain global di ekosistem digital, Timor Leste mendapatkan mitra strategis yang memberikan lebih dari sekadar konektivitas," jelas Miguel.
Miguel juga menyebutkan bahwa kerja sama ini akan memperkuat kapasitas sumber daya manusia, memberikan akses yang lebih luas, serta membuka peluang dan inovasi berkelanjutan.
Kedepannya, kolaborasi ini diharapkan dapat membuka peluang lebih luas di bidang pengelolaan kabel laut, pengembangan internet, keamanan siber, dan pembangunan infrastruktur digital. Hal ini akan semakin mempercepat transformasi digital dan memperkuat konektivitas regional antara Indonesia dan Timor Leste.
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Anggaran Gentengisasi Prabowo Tak Sampai Rp 1 Triliun
Emas dan Perak Bangkit Lagi, Investor Buru Harga Murah Setelah Koreksi Tajam
Wall Street Lesu, Saham Teknologi Tertekan: Apakah AI Jadi Bumerang?
Demutualisasi BEI: Pintu Terbuka untuk Investor Asing, tapi dengan Aturan Ketat