"Jika dananya menganggur, ekonomi tidak bergerak. Dalam kondisi ekonomi yang sulit, dana harus didorong penggunaannya. Saya meminta semua pihak untuk menghabiskan uangnya dengan cara yang benar," jelasnya.
Penurunan Transfer ke Daerah dan Peningkatan Program Prioritas
Sementara itu, pemerintah mencatat Transfer ke Daerah (TKD) pada 2026 diproyeksikan turun menjadi Rp693 triliun dari Rp919,9 triliun di tahun 2025, atau terjadi penurunan sebesar Rp226,9 triliun. Meski TKD menurun, alokasi untuk program prioritas justru meningkat signifikan dari Rp930,7 triliun pada 2025 menjadi Rp1.377,9 triliun pada 2026, atau naik Rp447,2 triliun.
Pemerintah menegaskan bahwa meskipun Transfer ke Daerah mengalami penurunan, manfaat yang diterima oleh masyarakat di daerah akan tetap dijaga melalui optimalisasi program prioritas dan peningkatan kualitas layanan publik.
Artikel Terkait
Gubernur Fed Stephen Miran Desak Pemotongan Suku Bunga Lebih Agresif Dukung Pasar Tenaga Kerja
Wall Street Menguat Didorong Pernyataan Trump Soal Iran, Teheran Bantah Klaim Kontak
TOWR Catat Laba Bersih Rp3,68 Triliun di 2025, Tumbuh 10,3%
Tiga Emiten Siap Bagikan Dividen Tunai Rp13,17 Triliun pada April 2026