Wall Street Cetak Rekor Kenaikan Bulanan Terpanjang, Didorong Kinerja Emiten
Wall Street berhasil menutup pekan terakhir Oktober dengan catatan positif, mengatasi fluktuasi pasar yang dipengaruhi rilis laporan kuartalan perusahaan teknologi besar. Indeks utama berhasil membukukan kenaikan mingguan dan bulanan terpanjang dalam beberapa tahun terakhir.
Data Kinerja Indeks Saham AS
Pada penutupan perdagangan Jumat, kinerja indeks saham AS menunjukkan tren positif:
- S&P 500 naik 0,26% menjadi 6.840,20.
- Nasdaq Composite memimpin kenaikan harian dengan menguat 0,61% menjadi 23.724,96.
- Dow Jones Industrial Average (DJI) naik tipis 0,09% menjadi 47.562,87.
Rekor Kenaikan Bulanan yang Mengesankan
Pasar saham AS mencetak rekor kemenangan bulanan yang mengesankan sepanjang Oktober:
- S&P 500 naik 2,27%, mencatat kenaikan bulanan keenam berturut-turut. Ini merupakan rentetan terpanjang sejak Agustus 2021.
- Nasdaq Composite melonjak 4,7%, menyelesaikan rentetan kenaikan 7 bulan berturut-turut, yang terpanjang sejak awal 2018.
- Dow Jones naik 2,5%, mencetak kenaikan bulanan keenam berturut-turut, terpanjang sejak Januari 2018.
Secara mingguan, Nasdaq kembali memimpin dengan kenaikan 2,24%, diikuti Dow yang naik 0,75%, dan S&P 500 yang bertambah 0,7%.
Pendorong Penguatan: Laporan Laba Kuat dan Optimisme Emiten
Optimisme pasar didukung oleh kuatnya musim laporan laba kuartal ketiga. Data kinerja emiten menunjukkan hasil yang luar biasa. Dari 315 perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan, sebanyak 83,2% berhasil melampaui estimasi analis. Angka ini jauh di atas rata-rata historis yang hanya sekitar 67%.
Kekhawatiran investor mengenai pengeluaran besar-besaran di sektor teknologi, yang sempat menekan pasar di awal pekan, mayoritas teratasi berkat hasil kuartal yang sehat dari perusahaan-perusahaan besar.
Saham Apple, meskipun sempat melemah, berhasil kembali menguat didorong oleh prospek positif. Perusahaan memperkirakan total pendapatan akan naik 10% hingga 12% selama kuartal liburan, didukung oleh ekspektasi peningkatan pelanggan untuk perangkat unggulan terbarunya, iPhone 17.
Dampak Kebijakan The Fed dan Kondisi Geopolitik
Investor juga terus mencerna hasil pertemuan kebijakan Federal Reserve (The Fed). Meskipun bank sentral memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, pernyataan Ketua Jerome Powell meredam harapan stimulus agresif. Powell mengisyaratkan bahwa pemotongan suku bunga lain pada bulan Desember "bukanlah kesimpulan yang sudah pasti."
Di ranah geopolitik, pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menambah sentimen positif. Trump menyatakan pertemuan tersebut "menakjubkan" dan melihat kesepakatan perdagangan akan terwujud "cukup segera". Meski demikian, pertemuan tersebut belum memberikan rincian jelas mengenai hubungan perdagangan kedua negara.
Secara keseluruhan, kombinasi antara kinerja emiten yang kuat, kebijakan moneter yang masih suportif, dan sentimen geopolitik yang membaik menjadi katalis utama bagi penguatan berkelanjutan Wall Street.
Artikel Terkait
Wall Street Menguat Didorong Harapan Damai AS-Iran dan Optimisme Sektor AI
Indosat Bagikan Dividen Rp3,58 Triliun di Tengah Ekspansi Strategi AI
Cimory Ekspor Perdana Yogurt ke Vietnam Senilai Rp1,13 Miliar
Pendapatan HAJJ Tembus Rp287,64 Miliar di Kuartal I-2026, Margin Laba Kotor Melonjak 55 Persen