Boy Thohirs Stocks Meledak! ADRO, AADI, ADMR: Cuan Besar Masih Bisa Dikejar?

- Rabu, 29 Oktober 2025 | 12:40 WIB
Boy Thohirs Stocks Meledak! ADRO, AADI, ADMR: Cuan Besar Masih Bisa Dikejar?

Lonjakan Saham Boy Thohir: Analisis Prospek ADRO, AADI, dan ADMR

Tiga saham emiten milik konglomerat Garibaldi 'Boy' Thohir menunjukkan kinerja positif dengan kenaikan signifikan. Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) melonjak 8,68%, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) naik 5,23%, dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menguat 1,84% dalam perdagangan.

Analisis Saham ADRO: Proyek Hilirisasi dan Energi Terbarukan

UBS Global Research meningkatkan target harga saham ADRO sebesar 49% menjadi Rp3.300 per unit. Pasar dinilai belum sepenuhnya menghargai potensi proyek smelter aluminium dan ekspansi pembangkit listrik tenaga surya milik Adaro. ADRO kini masuk dalam UBS APAC Key Call List sebagai saham pilihan unggulan di kawasan Asia-Pasifik.

UBS memproyeksikan laba per saham (EPS) Adaro akan tumbuh dengan rata-rata tahunan (CAGR) 27% pada periode 2025-2028. Proyeksi positif ini didukung kontribusi dari proyek hilirisasi dan energi terbarukan yang sedang dikembangkan perusahaan.

UOB Kay Hian sebelumnya telah meningkatkan rekomendasi saham ADRO dari hold menjadi buy, dengan proyeksi kenaikan laba bersih 19% pada 2026. Prospek positif ini didorong oleh stabilitas harga batu bara metalurgi, peningkatan volume penjualan, dan dimulainya proyek aluminium perusahaan.

Prospek Dividen Saham AADI yang Menjanjikan

UOB Kay Hian menyoroti prospek positif AADI dengan fokus pada imbal hasil dividen tinggi dan siklus harga batu bara yang menguntungkan. Dividen yield AADI diperkirakan mencapai 12-16% seiring perusahaan memasuki fase generatif kas setelah pelunasan utang.

Belanja modal besar akan berakhir tahun ini, dengan alokasi ke depan hanya difokuskan pada pemeliharaan senilai USD220-250 juta per tahun. Kondisi ini diperkirakan meningkatkan arus kas bebas dan mendukung pembayaran dividen yang stabil.

AADI, hasil spin-off dari ADRO, sedang menjalankan program pembelian kembali saham hingga RUPS 2026. Musim dingin berpotensi mengangkat harga batu bara global, dengan pola historis menunjukkan kenaikan harga Newcastle 6.000 rata-rata 72% dari kuartal pertama ke kuartal keempat periode 2021-2024.

Proyeksi Harga Batu Bara dan Kinerja ADMR

Ajaib Sekuritas memperkirakan harga batu bara metalurgi global akan bertahan tinggi hingga 2027, dengan rata-rata sekitar USD200 per ton pada 2026. Kenaikan ini didorong peningkatan permintaan dari India dan Asia Tenggara di tengah pasokan global yang ketat.

Produksi baja India diperkirakan melonjak dari 143 juta ton pada 2024 menjadi lebih dari 180 juta ton pada 2027, mendorong impor batu bara metalurgi naik 10-12% per tahun. Australia sebagai pemasok utama lebih dari 50% batu bara metalurgi dunia masih menghadapi penutupan tambang dan gangguan cuaca.

Kinerja operasional ADMR semester pertama 2025 tetap solid dengan produksi batu bara naik 16% menjadi 3,47 juta ton. Meski pendapatan turun 27% menjadi USD444 juta akibat harga jual lebih rendah, posisi kas tetap kuat di USD530 juta.

Proyek smelter aluminium ADMR di Kawasan Industri Kalimantan Utara (KIPI) menunjukkan kemajuan signifikan. Fase pertama berkapasitas 500 ribu ton per tahun sedang dibangun dengan tenaga batu bara, sementara fase kedua menggunakan tenaga hidro ditargetkan beroperasi awal 2031.

Risiko utama untuk ADMR mencakup fluktuasi harga batu bara metalurgi, risiko proyek smelter, serta perubahan permintaan baja di China dan India. Investor disarankan melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar