Tarif PPN Turun Jadi 8%? Ini Kata Menkeu Purbaya yang Bikin Publik Terkejut!

- Selasa, 28 Oktober 2025 | 20:36 WIB
Tarif PPN Turun Jadi 8%? Ini Kata Menkeu Purbaya yang Bikin Publik Terkejut!

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pemerintah masih melakukan kajian mendalam mengenai rencana penurunan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Wacana menurunkan tarif PPN menjadi 8 persen ini sedang dianalisis dampaknya terhadap penerimaan negara.

Purbaya mengungkapkan, sebelum menjabat sebagai Menkeu, ia sempat menganggap penurunan tarif PPN merupakan langkah yang memungkinkan. Namun, setelah menjabat, ia menyadari bahwa setiap penurunan tarif PPN sebesar 1 persen berpotensi mengurangi pendapatan negara hingga Rp 70 triliun.

"Waktu di luar, saya enaknya juga ngomong gitu 'ya turunin ke 8 persen'. Tapi begitu jadi Menteri Keuangan, setiap 1 persen turun, saya kehilangan pendapatan Rp 70 triliun," tutur Purbaya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Selasa (28/10).

Oleh karena itu, keputusan tentang penurunan tarif PPN harus dipertimbangkan secara matang. Saat ini, Kementerian Keuangan tengah menghitung kemampuan pemerintah dalam mengumpulkan pajak dan cukai, sekaligus melakukan perbaikan sistem perpajakan.

Purbaya menargetkan dalam dua kuartal ke depan, atau sekitar akhir kuartal pertama tahun 2026, hasil perhitungan potensi penerimaan negara yang lebih realistis sudah dapat terlihat. "Dari situ saya bisa ukur sebetulnya potensi saya berapa sih yang real, nanti kalau saya turunkan, kurangnya berapa, dampak pertumbuhan ekonominya berapa," kata Purbaya.

Meski rencana penurunan tarif PPN sudah disiapkan, Purbaya menegaskan bahwa dirinya akan berhati-hati dalam mengambil keputusan, mengingat ia baru menjabat kurang dari dua bulan. "Sampai akhir tahun berapa sih kemampuan tax collect kita yang betul dengan perbaikan sistem, nanti saya hitung semuanya," jelasnya.

Menurutnya, meski dikenal sebagai figur yang berani mengambil risiko, Purbaya memastikan bahwa dirinya akan bersikap hati-hati dan tidak gegabah dalam membuat kebijakan. "Jadi walaupun saya sembarangan kayak koboi, enggak, saya pelit dan hati-hati. Kalau jeblok nanti di atas 3 persen, defisit saya," sebut Purbaya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar