Liburan sekolah kali ini, warga Jakarta punya magnet baru. Planetarium di Taman Ismail Marzuki, yang baru saja dibuka kembali, ramai sekali dikunjungi. Antusiasme terlihat jelas, ruang teater bintangnya selalu penuh sesak.
Heri, seorang warga berusia 42 tahun, adalah salah satu pengunjung yang tak mau ketinggalan. Dia dapat info soal pembukaan ini dari media sosial. Langsung deh, ajak istri dan anak-anaknya untuk melihat langsung.
“Sebenarnya sih lebih ke edukasi ya. Bagus nih mumpung masa-masa liburan untuk anak SD. Jadi bisa mengedukasi mereka di kala liburan, dapat poin-poin yang positif,”
katanya usai menonton pertunjukan, Jumat lalu.
Bagi Heri, wisata edukasi semacam ini adalah alternatif yang sangat berguna. Daripada hanya pulang kampung, tempat-tempat dekat seperti Planetarium justru bisa memberi nilai lebih untuk anak-anak. “Nggak hanya pulang kampung, yang deket-deket sekitar aja bisa kita nikmatin untuk keberlangsungan pembelajaran mereka juga,” ucapnya.
Yang menarik, Heri sendiri mengaku ikut terpukau. Pertunjukan astronomi itu menjawab rasa penasarannya tentang alam semesta. “Itu mengedukasi juga buat saya pribadi. Jadi di luar bumi itu ada apa aja, gitu,” tuturnya. Menurutnya, sajian tentang galaksi dan planet-planet terasa lebih nyata dan konkret.
Semangat serupa terpancar dari Akbar, warga lain yang juga berusia 42 tahun. Dia dengan gembira mengajak ketiga anaknya ke sana.
“Karena ini kan baru pertama kali anakku aku bawa, ya excited banget lah. Jadi bisa lihat tata surya sambil belajar begitu,”
ujar Akbar.
Salah satu putranya yang masih duduk di bangku kelas lima SD mengiyakan. Anak itu tampak senang menikmati pertunjukan selama 20 menit itu. “Seru, sama dapat belajar tentang tata surya,” katanya singkat.
Selain pertunjukan utama, ada satu hal lain yang dicoba keluarga Akbar: AI Virtual Host. Itu adalah pemandu digital berbasis kecerdasan buatan yang menyajikan info astronomi secara interaktif. Meski begitu, responsnya agak lambat. “Tadi nanya ‘ada berapa jenis bintang’. Dijawab, tapi agak lambat menjawabnya,” cerita Akbar.
Planetarium TIM ini memang baru saja bangkit setelah tertidur panjang selama 13 tahun. Sambutan hangat warga Jakarta langsung terasa. Buktinya, tiket untuk semua sesi pertunjukan ludes terjual. Setiap hari, Teater Bintang menggelar empat sesi. Dan setiap kalinya, bisa menampung hingga 200 orang. Suasana ramai itu sepertinya akan bertahan hingga liburan usai.
Artikel Terkait
Graham Norton Soroti Ketenangan dan Visi Taylor Swift sebagai Sutradara Video Opalite
Pemerintah Tegakkan Regulasi Ketat untuk Terapi Sel Punca di Indonesia
Pria Tewas Jatuh dari Jembatan Gantung di Palopo Akibat Lantai Kayu Patah
Satgas Cartenz 2026 Amankan Senjata Api Rakitan di Dekai, Yahukimo