Prospek Saham CMRY dan AMTR Menguat, Disokong Stimulus Bantuan Tunai 2025
PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) diprediksi mendapat angin segar dari kebijakan pemerintah. Sentimen positif ini datang dari rencana penyaluran tambahan bantuan tunai pada kuartal IV 2025 yang diperkirakan mendongkrak daya beli dan konsumsi masyarakat.
Dampak Stimulus pada Konsumsi Masyarakat
Riset CGS International Sekuritas menyoroti potensi kenaikan kinerja kedua emiten. Analis CGS, Baruna Arkasatya, memproyeksikan bantuan tunai pemerintah akan mendorong permintaan, seiring penambahan 16 juta rumah tangga penerima manfaat. Paket stimulus senilai USD1,8 miliar untuk bantuan tunai dan USD97 juta untuk program magang menjadi katalis utama penjualan ritel dan produk konsumsi rumah tangga.
Dengan tambahan dana tersebut, jumlah penerima manfaat diproyeksikan melonjak dari 19 juta menjadi 35 juta rumah tangga. Setiap penerima akan mendapatkan bantuan senilai Rp1,5 juta. Momentum ini diperkuat oleh pergeseran musim Ramadan yang berpotensi mendongkrak permintaan distributor terhadap barang konsumsi di kuartal IV-2025.
Proyeksi Kinerja dan Rekomendasi Saham CMRY
Dari sisi fundamental, saham CMRY diperkirakan mencatat pertumbuhan laba bersih rata-rata tahunan (CAGR) sebesar 11% pada periode 2024–2027. Angka ini jauh melampaui rata-rata pertumbuhan sektor yang hanya 2%. Pertumbuhan ini akan ditopang oleh inovasi produk berkelanjutan dan ekspansi penetrasi pasar di berbagai daerah.
CGS memberikan rekomendasi 'Add' untuk saham CMRY dengan target harga Rp5.500. Pada pekan lalu, saham CMRY tercatat menguat 4,04% ke level Rp5.150 per saham.
Proyeksi Kinerja dan Rekomendasi Saham AMRT
Sementara itu, AMRT juga diproyeksikan mencatatkan laba bersih 9M25F yang melampaui ekspektasi pasar. CGS memprediksi pemulihan pertumbuhan penjualan same-store sales growth (SSSG) pada kuartal III-2025, didorong peningkatan daya beli masyarakat.
Untuk saham AMRT, CGS juga merekomendasikan 'Add' dengan target harga Rp2.530. Sepanjang pekan lalu, saham AMRT mengalami koreksi dengan penurunan 1,80% ke level Rp2.180.
Kedua saham konsumer ini dinilai memiliki potensi pertumbuhan di atas rata-rata sektor, menjadikannya pilihan menarik untuk menyambut stimulus bantuan tunai pemerintah.
Artikel Terkait
Raharja Energi Cepu Bagikan Dividen Rp122 Miliar, Laba Bersih Tumbuh 8,9% di Tengah Tekanan Pendapatan
Investor Baru Masuk, Cakra Buana Resources Siap Rights Issue Hingga Rp1,9 Triliun
MNC Life Beri Voucher MAP Gratis untuk Pembeli Pertama Polis Asuransi Kesehatan Elite Selama Mei 2026
Harga Minyak Melonjak setelah AS Serang Target Iran di Selat Hormuz