Masa Depan Hijau Blok Masela: Proyek LNG Pertama Indonesia yang Bakal Serap 16,3 Triliun untuk Tangkap Karbon!

- Minggu, 26 Oktober 2025 | 19:36 WIB
Masa Depan Hijau Blok Masela: Proyek LNG Pertama Indonesia yang Bakal Serap 16,3 Triliun untuk Tangkap Karbon!

Studi teknis Carbon Capture Storage (CCS) untuk mendukung produksi gas berkelanjutan di Blok Masela telah berhasil diselesaikan. Kemajuan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung proyek Lapangan Gas Abadi Masela yang ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional.

Inpex Corporation melalui anak perusahaannya, Inpex Masela Ltd, menargetkan proyek LNG Abadi Masela menjadi pusat CCS pertama di Indonesia. Kolaborasi dengan Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri Institut Teknologi Bandung (LAPI ITB) berhasil menyelesaikan studi kelayakan teknis subsurface untuk teknologi CCS.

Deputi Eksplorasi SKK Migas, Taufan Marhaendrajana, menegaskan bahwa studi ini menjadi fondasi penting dalam merancang teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon yang sesuai dengan kondisi geologi Maluku.

Implementasi CCS dalam proyek ini merupakan komitmen nyata mendukung target Net Zero Emission Indonesia. Teknologi ini akan dirancang untuk menangkap dan menyimpan emisi CO2 dari proses produksi gas, sekaligus meningkatkan daya saing sektor energi nasional.

Dengan penyelesaian studi teknis, proyek CCS Blok Masela siap memasuki tahap Front End Engineering Design (FEED). Executive Project Director INPEX Masela Ltd, Jarrad Blinco, menyatakan ini menjadi proyek LNG pertama di Indonesia yang mengintegrasikan teknologi Carbon Capture and Storage.

Penelitian dimulai sejak 2022 dengan melibatkan analisis komprehensif kapasitas penyimpanan CO2. Tahap lanjutan pada 2024-2025 mencakup analisis laboratorium, pemodelan 3D geomekanika, dan simulasi 4D coupled flow-geomechanics untuk memitigasi risiko injeksi CO2.

Benyamin Sapiie, Peneliti LAPI ITB, mengungkapkan manfaat ganda dari studi ini bagi perusahaan dan pemerintah dalam mengidentifikasi potensi ekonomi wilayah operasi.

Proyek Abadi Masela ditargetkan berproduksi penuh pada 2030 dengan kapasitas LNG tahunan mencapai 9,5 juta ton - setara dengan lebih dari 10% impor LNG tahunan Jepang.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan investasi tambahan sebesar USD 1 miliar (Rp 16,3 triliun) dialokasikan khusus untuk implementasi teknologi CCS, yang merepresentasikan 5% dari total investasi proyek.

Potensi pengembangan Blok Masela sebagai CCS hub semakin terbuka, dengan kemampuan menerima pengiriman CO2 dari lokasi lain bahkan impor dari negara tetangga.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar